Ini Alasan Warga Gaji Tak Mau Nyoblos

kotatuban.com-Aksi warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek boikot Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tuban rupanya dipicu oleh sengketa lahan pertanian milik warga Gaji dengan PT Semen Indonesia. Meski masalah itu sudah mulai berhgulir sejak tahun 2003 pada masa pemimpinan Bupati Heni Relawati.

“Mau milih percuma mas, bayangkan, kasus ini sudah ada sejak tahun 2003, apa gunanya dipilih gak mau bantu warga,” terang Kordinator Forum Warga Gaji, Abu Nasir, Rabu (09/12).

Dijelaskan Abu, permasalahan sengketa lahan warga Gaji dengan PT Semen Indonesia, terungkap, pada 2003 lalu ketika salah seorang warga bermaksud mensertifikatkan tanahnya di Badan Pertanahan Nasional. Pengajuan warga ditolak lantaran tanah mereka sudah dibeli oleh PT Semen Indonesia (PT Semen Gresik pada saat itu). Padahal, warga tidak merasa menjual tanahnya.

Belakangan diketahui, tanah mereka telah dijual oleh Kepala Desa Gaji yang saat itu dijabat oleh Tahar. Tahar diketahui telah memalsukan dokumen kepemilikan lahan warga Gaji untuk dijual ke PT Semen Gresik.

“Tidak ada yang menjual tanah ke Semen Indonesia, tahu-tahu kok diklaim milik pabrik itu sekarang, dan ternyata ini ulah mantan kades kami sendiri saat itu, “papar Abu.

Sejak saat itu, pemilik lahan yang jumlahnya mencapai puluhan  orang terus memperjuangkan dengan mendatangi kantor pemerintah, Bupati, DPRD, hingga Pertanahan untuk meminta kejelasan, namun, usaha itu gagal. Dan mereka hanya mendapatkan janji baik dari DPRD maupun pihak pemerintah.

“Ratusan kali kami bolak-balik ke DPRD, pemkab dan pertanahan, hasilnya kosong, pemerintah hanya janji demikian juga DPRD, makanya kami malas nyoblos, semuanya palsu,”  tegas Abu. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban