Jalan Berlubang Dipasang Meja dan Kayu

image
Berlubang ditutp meja dan kayu

kotatuban.com-Sudah tiga hari terakhir, warga sekitar Jalur Pantura, Tuban-Surabaya, tepatnya di Desa Tunah, Kecamatan Semanding, memasang meja dan kayu di tengah jalan. Hal itu dilakukan warga, sebagai aksi protes terhadap kerusakan jalan yang sudah hampir satu bulan belum mendapatkan perbaikan. Selain untuk protes aksi warga ini juga sekaligus memberikan tanda agar tidak mencelakakan pengguna jalan yang melintas.

Meja dan perabotan kayu tersebut diletakan persis diatas jalan yang berlubang dan tergenang air setelah turun hujan.  Kerusakan jalan dijalur pantura sendiri cukup banyak.

Di beberapa titik banyak ditemukan lobang yang cukup membahayakan keselamatan pengguna jalan terutama roda dua karena lobang cukup dalam.

“Kalau habis hujan, pasti lubang jalan yang rusak itu tergenang air. Jadinya sangat berbahaya,” terang Herman (40), salah satu warga yang ada di sekitar lokasi, Sabtu (18/4).

Menurut Herman, sebelum dipasang meja, lubang di jalan yang dalamnya sekitar 40 centimeter dengan lebar lebih dari setengah meter itu kerap mencelakai pengguna jalan terutama pengendara roda dua.

“ Sudah sering pengendara motor terperosok di sini, kalau habis hujan sangat berbahaya, karena tergenang air, ” lanjut Herman. 

Herman menuturkan, aktifitas penambalan sudah pernah dilakukan, namun. terkesan seadanya, sebab belum lama ditutup dengan aspal, dititik yang sama juga sudah berlubang kembali.

”Pernah ditambal aspal, tapi rusak lagi. Sejak sekitar satu minggu ini rusaknya malah semakin parah,” tuturnya.

Pantauan di titik lain, sejumlah jalan bergelombang juga terjadi di jalur Pantura, seoerti pertigaan pakah Desa Gesing, Kecamatan Semanding.

“Memang kondisinya sudah rusak parah mas, tadi baru saja ada sepeda motor yang jatuh, untung tidak apa-apa. Kalau lewat sini harus pelan-pelan dan hati-hati,” imbuh pria itu. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban