Asosiasi Kades Minta Zuhri Ali Mundur Jadi Ketua AKD

Surat pernyataan bersama menolak AKD dijadikan kendaraan politik
Surat pernyataan bersama menolak AKD dijadikan kendaraan politik

kotatuban.com – BeberapaAsosiasi Kepala Desa (AKD) tingkat kecamatan di Kabupaten Tuban meminta Ketua AKD Kabupaten Tuban, Zuhri Ali untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua AKD. Sebab, Zuhri Ali yang juga Kepala Desa Jetak, Kecamatan Montong itu dinilai telah menyeret organisasi AKD ke ranah politik . Pernyataan Zuhri di salah satu media massa menyebutkan jika dirinya bakal mencalonkan Bupati/ Wabup atas dukungan AKD Tuban.

”Tidak betul klaim Pak Zuhri Ali bahwa pencalonannya telah didukung oleh seluruh anggota AKD seperti dibeberapa media massa itu,” terang, Ketua AKD Kecamatan Plumpang, Sholikin kepada kotatuban.com, Kamis (09/07).

Asosiasi Kepala Desa di Tuban tidak akan mempersoalkan majunya Zuhri Ali, baik sebagai cabup atau cawabup asal tidak mengatasnamakan atau menyeret AKD. “Kalau selaku pribadi silahkan saja dan silahkan Pak Zuhri mundur dari AKD. Karena AKD bukan organisasi politik, janganlah dibawa-bawa ke ranah politik,” tegas sejumlah kepala desa kepada sejumlah wartawan.

Ditambahkan Sholikin, AKD ada bukan sebagai kendaraan politik. Tetapi sebagai sebuah asosiasi yang perlu dibangun bersama. Langkah Jojo panggilan akrab Zuhri Ali menggunakan AKD sebagai kendaraan politik tidak sesuai dengan pemikiran dari anggota dan AD/ART organisasi.

”Asosiasi itu binaan dan bukan sebagai kendaraan politik, dan pencalonan Jojo menggunakan nama AKD, jelas ini tidak sesuai dengan pemikiran kita semua,” ujarnya.

Senada, Mustajab, dari AKD Kecamatan Parengan juga menyatakan ketidaksetujuannya. Dia mengatakan pernah menghadiri undangan AKD Kabupaten pada 11 Juni di Hotel Mahkota untuk evaluasi kinerja Pemdes, tapi undangan tersebut berbelok arah dan justru bermuara pada pemilihan kepala daerah mendatang.

”Saya saat itu diam saja karena undangannya berbelok secara subtansi, tetapi ternyata teman-teman dari Parengan, Soko, Singgahan, dan kecamatan lainnya juga menyayangkan kegiatan itu berbalik arah,” terang Mustajab.

Dukungan ketidaksetujuan Zuhri Ali menggunakan nama AKD Tuban, diklaim berasal dari 15 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada di Tuban. Kepada sejumlah wartawan, Sholikin menunjukkan surat pernyataan dan komitmen tidak setuju Zuhri Ali maju sebagai Wakil Bupati mengatasnamakan AKD. Surat pernyataan ditandantangani 25 Kades berasal dari 15 kecamatan di Tuban.

Terpisah,Ketua AKD Tuban, Zuhri Ali, menanggapi dingin protes yang datang dari sejumlah anggotanya tersebut. Dia masih enggan berbicara lebih detail mengenai pencalonannya menjadi Wabub Tuban. ”Biarlah dulu Mas, saya no comment dulu ya,” ujar Zuhri Ali. (duc)

 

 

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban