Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Tuban Masih Tinggi

image
Ilustrasi

kotatuban.com-Kasus kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Tuban masih tergolong tinggi. Ironisnya kebanyakan pelakunya adalah orang dekat korban sendiri, bahkan ada beberapa kasus anak yang pelakunya adalah guru mereka.

Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) mencatat, sejak Januari hingga Sebtember tahun ini terdapat 80 kasus kekerasan anak maupun perempuan. Rata-rata dengan dominasi kekerasan seksual dan fisik anak.

“Sejak Januari hingga sekarang, kami mencatat ada 80 kasus kekerasan anak maupun perempuan, dengan dominasi kekerasan seksual dan fisik terhadap anak,” kata Ketua pelaksana Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Imanul Isthofaina, Sabtu (03/10).

Menurut Imanul, tingginya kasus kekerasan anak dan perempuan lebih disebabkan kurangnya pemahaman terhadap dampak yang ditimbulkan, baik kesehatan fisik maupun mental bagi korban.

Pelaku maupun korban tidak memahami dampak yang ditimblkan dari kekerasan. Seksual, selain dampak yang dapat dipastikan yakni kehamilan, rupanya mereka juga tidak memahami jika hamil terlalu muda juga tidak baik bagi kesehatan korban maupun janin yang dikandungnya.

KPR berharap, perintah melalui dinas terkait memberikan dukungan penuh terutama terhadap korban kekerasan, dengan memberikan fasilitas pendukung pendampingan. Selain finansial juga pendampingan pengacara untuk korban dengan kasus-kasus kekerasan yang lebih berat.

“Sudah pasti dukungan finansial, selain itu yang tidak kalah penting adalah pendampingan, dalam hal ini pendampingan ahli hukum (Pengacara), untuk korban kasus-kasus kekerasan tertentu,” imbuh Imanul. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban