Kejari Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dana Kompensasi Sawir

Kasi Intel Kejari Tuban, I Made Indra
Kasi Intel Kejari Tuban, I Made Indra

kotatuban.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban tetapkan tersangka baru kasus korupsi uang kompensasi PT Semen Holcim Indonesia yang sebelumnya menyeret kepala Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Tuban, Nur Indayani (35) yang sudah ditetapkan sebagai terangka sebelumnya.

Tersangka baru yang ditetapkan oleh kejaksaan itu adalah SQ (36), yang merupakan perangkat Desa Sawir. Sayangnya, pihak kejaksaan belum membuka identitas tersangka baru ini. Bahkan, jenis kelaminnya juga belum disebutkan. SQ ditetapkan sebagai tersangka minggu ini, setelah sebelumnya berstatus saksi kasus penyalahgunaan uang  kompensasi PT Holcim Indonesia di Tuban.

Kasi Intel, Kejari Tuban, I Madea Indra AW, mengatakan, SQ ditetapkan sebagai tersangka setelah hasil penyidikan kasus korupsi Desa Sawir mengarah adanya tersangka baru. Keterangan sejumlah saksi dan barang bukti mengarah kepada SQ terlibat dalam penyalahgunaan uang kompenssasi PT Holcim Indonesia tersebut.

“Setelah pemanggilan beberapa saksi, kami menetapkan tersangka baru berinisial SQ yang merupakan perangkat Desa Sawir,” kata I Made.

Disinggung adakah kemungkinan tersang lain lagi setelah dua tersangka yang ditetapkan, I Made masih merahasiakan kemugkinan tersebut. Dia mengaku tidak mau menduga-duga sebelum proses penyidikan dilaksanakan.

” Kita tidak mau menduga-duga tersangka lainnya, kita menunggu hasil penyidikan lanjutan saja,” katanya.

Sementara itu Kades sawir yang kini ditetapkan sebagai tersangka sejak beberapa bulan lalu masih menjalani tugasnya sebagai Kepala Desa. Kepala Desa itu tidak ditahan karena cukup pro aktif dalam menjalankan pemeriksaan.

“Kita tidak menahan karena kadesnya, karena dia cukup proaktif dalam menjalani pemeriksaan,” katanya.

Untuk diketahui, Kepala Desa Sawir Nur Indayani, ditetapan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Tuban, sekitar Februari lalu. Setelah disangkakan melakukan tidanak pidana korupsi dana kompensasi PT Holcim Indonesia yang menggunakan akses jalan desa untuk keperluan perusahaan.

PT Holcim memberikan uang kompensasi yang besarannya sekitar 1,3 milyar rupiah. Sayang, uang kompensasi tersebut sebagian tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh kepala desa.(kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban