Kekerasan Terhadap Anak Kembali Terjadi Di Tuban

AP, korban kekerasan oknum guru
AP, korban kekerasan oknum guru

kotatuban.com – Kasus kekerasan anak kembali terjadi di Kabupaten Tuban. Setelah kasus kekerasan anak yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian di Kecamatan Widang, kali ini kekerasan anak menimpa seorang anak dibawah umur Kecamatan Soko.

Kekerasan anak di Kecamatan Soko tersebut menimpa seorang bocah berinisial AP siswa kelas 8 salah satu MTS di Kecamatan Soko. Kekerasan terhadap AP tersebut dilakukan oleh seorang oknum guru berinisial JZ. Kekerasan tersebut terjadi pada Selasa (25/08) lalu. Akibat kekerasan itu, jari kelingking AP mengalami retak akibat dipukul menggunakan kayu oleh oknum guru tersebut.

Sementara itu, Ketua Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR), Imanul Isthofaina yang mendampingi kasus kekerasan yang menimpa AP mangatakan, kondisi korban masih kesakitan sejak aksi kekerasan tersebut terjadi. ”Korban kini masih merasakan sakit dan jarinya terpaksa harus diperban karena mengalami retak,” terang Imanul kepada kotatuban.com, Jumat (28/08).

Menurut Imanul, berdasarkan keterangan dari AP dan keluarganya, pemukulan tersebut berawal dari AP yang dituduh membuka tas dan mengambil barang milik teman perempuan sekelasnya. Kemudian, teman perempuan tersebut telah melapor kepada orang tua. Mendengar cerita dari anaknya, orang tua dari teman perempuan itu datang ke sekolah dan melaporkan kejadian itu pada guru.Saat itu, orang tua siswa perempuan itu ditemui oleh JZ. Setelah mendapat laporan, JZ menuju ke kelas AP dan mencarinya.

”Siapa yang mengganggu anak ini?. Semua siswa tidak ada yang menjawab. Lalu ada siswa perempuan menjawab dan menunjukkan nama (AP). Selanjutnya, guru itu menyeret AP keluar kelas dan memukulnya dengan kayu beberapa kali, hingga jari AP patah,” cerita Imanul dengan menirukan perkataan AP.

Selain melakukan pemukulan kepada AP, JZ juga menyuruh AP berdiri didepan kelas hingga 1,5 jam. Sepulang sekolah AP masih merasa kesakitan, kemudian sore harinya AP dibawa ke Puskesmas Soko. Pihak puskesmas kemudian merujuk AP ke RS Aisyiyah Bojonegoro. Di rumah sakit itu, jari AP di rotgen dan terlihat ada retak. Mengetahui itu, pihak keluarga kemudian lapor ke kepala MTS dan pihak desa.

”Karena tidak ada respon dari kepala sekolah. Keluarga AP kemudian melaporkan ke Polsek Soko terkait kasus anaknya tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Soko AKP Suparan Hanafi saat dikonfirmasi mengenai kejadian kekerasan terhadap siswa MTS tersebut mengatakan, permasalahan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak desa yang memediasi dan sekarang sudah selesai.

”Tidak sampai dibawa kasus hukum. Kasus itu sudah selesai secara kekeluargaan,” pungkasnya. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban