Kekeringan,Warga Berburu Air Hingga Dua Kilometer

Warga saat ambil air di pinggir hutan
Warga saat ambil air di pinggir hutan

kotatuban.com-Warga Desa Tanggulangin, Kecamatan Montong harus rela mengambil air hingga dua kilometer. Sebab, di musim kemarau sumur air maupun tandon air milik warga sudah mengering.

“Ini untuk masak dan minum mas, soalnya di sekirat rumah sudah habis, sungai juga udah lama tidak mengalir,” ujar Tarso (56) warga Tanggulangin, saat mengambil air dari sumber di sekitar hutan desa setempat, Selasa (18/8).

Menurut Tarso, desanya sebenarnya sudah memiliki sumber air berupa sumur bor dari pemerintah, namun, suber itu jarang dimanfaatkan warga untuk memasak dan keperluan minum sehari-hari. Warga beralasan air dari sumur bor agak keruh dan berwarna tidak jernih, selain itu jika diminum terasa kurang segar. Sehingga warga hanya memanfaatkan air itu untuk mencuci dan mandi.

“Sudah dibangun sumur bor, tapi airnya tidak sebagus air sumur atau dari sumber, makanya sekarang ambil di sini,” terang laki-laki yang membawa motor untuk mengambil air tersebut.

Seperti diketahui, memasuki uncak musim kemarau, kekeringandi Tuban semakin meluas, hingga pertengahan Agustus ini, kekeringan sedikitnya telah mencakup delapan kecamatan dengan puluhan desa di dalamnya. Delapan kecamatan yang dilanda kekeringan itu, yakni, Kecamatann Grabagan, Semanding, Parengan, Kerek, Montong, Senori, Bangilan dan Kecamatan Rengel. (kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban