Kemarau Petani Manfaatkan Sumur Bor

Petani manfaatkan sumur bor untuk irigasi pertanian saat kemarau
Petani manfaatkan sumur bor untuk irigasi pertanian saat kemarau

kotatuban.com-Musim kemarau panjang yang telah memasuk bulan kelima tidak menyurutkan petani untuk menanam padi. Petani memanfaatkan sumur bor untuk pengairan tanaman padi mereka. Seperti yang dilakukan petani di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak. Bahkan, hasil panen mereka saat kemarau diprediksi bakal lebih baik dibanding musim penghujan.

“Kalau kemarau tanaman padi malah menjadi andalan petani. Soalnya, kalau musim penghujan sering dilanda banjir bandang,” terang Aiunul Yawqin, petani Desa Kapu, Merakurak, saat mengairi sawahnya dengan air sumur bor, Kamis (08/10)

Darmuji, petani lainnya, mengatakan, menanam padi dimusim kemarau seperti sekarang ini menjadi kebiasaan petani Desa Kapu. Hampir seluruh lahan persawahan di desa itu ditanami padi oleh pemiliknya, hanya beberapa petak sawah yang nampak menanam jagung.

“Didesa ini sepanjang tahun bisa tanam padi mas,” kata Darmuji.

Dijelaskan petani yang tengah mencabuti rumput di sawahnya itu, menanam padi pada musim kemarau memang membutuhkan perawatan ekstra, terutama untuk memenuhi kebutuhan air. Namun,sistim irigasi yang cukup baik di lahan persawahan itu, menanam padi di musim kemarau tidak menjadi masalah, kebutuhan air cukup dari sumur bor yang dibuat petani sendiri.

Dalam sekali musim tanam padi, kebutuhan air untuk lahan seluas kurang lebih seperepat hektar, sedikitnya membutuhkan biaya sekitar satu juta rupiah. Biaya itu, untuk membeli bahan bakar mesin diasel yang digunakan sebagai pompa air. Sementara kebutuhan bibit dan pupuk juga kurang lebih satu jutaan.

“Kurang lebih satu jutaan mas untuk beli solar, ditambah dengan biayaya bibit, pupuk dan perawatan sekitar dua jutaan totalnya, dalam satu minggu paling sedikit mengairi tga kali, biasanya diawal malah lebih sering lagi, kalau musim penghujan paling satujuta duaratus, soalnya tanpa biayaya solar,” kata Darmuji. (kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban