Yayasan Sebut Mahasiswa Tak Pahami Sitim UT

image
Ketua Yayasan Muslih Ikhsan, Ansori.

kotatuban.com – Pihak Yayasan Muslih Ikhsan yang menaungi Universitas Terbuka (UT) Negeri di Tuban menyebut mahasiswa UT belum memahami sistem pembelajaran di UT. Hal tersebut dikatakan Ketua Yayasan Muslih Ikhsan, Ansori.

”UT itukan sistem pembelajaraannya tidak sama dengan universitas konvensional. Dan para mahasiswa menganggap cara perkuliahan sama,” kata Ansori kepada kotatuban.com, Kamis (14/01).

Menurutnya, biaya perkuliahan UT per semester adalah Rp 2.400.000, itu sesuai dengan standar pusat. Sedangkan, untuk UT Tuban sesuai kesepakatan antara pihak UT dengan mahasiswa per mahasiswa per semester biaya perkuliahan Rp 2.550.000.

”Yang Rp 150.000 ini masuk asuransi jiwa. Jika asuransi ini tidak dikehendaki mahasiswa ya tidak masalah. Tapi jika ada apa-apa jangan menuntut pihak universitas,” katanya.

Saat disinggung terkait banyaknya dosen pengajar yang merangkap di SMA. Ansori mengatakan, jika di UT tidak ada masalah dosen pengajar merangkap. Pasalnya, didalam perkuliahan UT tidak ada dosen, yang ada adalah tutor.

”Dosennya mahasiswa UT itu ya modul. Karna tidak ada dosen yang ada cuma tutor yang membantu mahasiswa untuk belajar,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Negeri Tuban melakukan aksi demonstrasi di kampusnya Jalan Manunggal, Kamis (14/01). Aksi mahasiswa tersebut untuk menagih janji kepada pihak pengelola Kelompok Belajar (Pokjar) Pusat Belajar dan Informasi (PBI) UT Tuban. 

Janji pengelola kepada mahasiswa pada awal masuk kuliah biaya pada semester satu sebesar Rp 2.805.000 permahasiswa. Dan semester dua mahasiswa hanya membayar Rp 1.750.000 permahasiswa dan membayar heregistrasi sebesar Rp 55.000. Namun, pengelola mengenakan biaya kepada mahasiswa pada semester dua sebesar Rp 2.505.000 permahasiswa. Sehingga, pada semester kedua ada selisih pembayaran sebesar Rp 755.000 permahasiswa (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban