Kolam Renang di WLT Memprihatinkan

image
Mimprihatinkan fasilitas kolam renang di WLT.

kotatuban.com – Kolam renang seharusnya menjadi salah satu tempat untuk rekreasi dan olahraga keluarga. Namun, tidak demikan dengan keberadaan kolam renang yang ada di Wisata Laut Tuban (WLT), yang masih saty komplek dengan Terminal Kambang Putih, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu.

Pasalnya, kondisi tempat wisata yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tuban tersebut sangat memprihatinkan. Kolam sangat kotor, dengan banyaknya lumut berwarna hijau memenuhi dasar kolam. Selain itu, beberapa sisi bagian kolam juga tampak retak. 

Pantauan kotatuban.com di lapangan, Selasa (05/01) kolam renang untuk orang dewasa yang memiliki panjang sekitar 25 meter lebar 15 meter tersebut tidak ada airnya. Bahkan, didalam kolam renang tersebut ditumbuhi lumut dan rumput. Selain itu, kondisi keramik kolam renang tersebut juga mengalami kerusakan. 

”Kolam renang kondisinya sampai seperti inikan sangat sayang sekali. Padahal inikan dibangun dengan uang rakyat seharunya dijaga dengan baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai wahana rekreasi dan olahraga,” jelas salah satu pengunjung, Peno (36), warga Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, ketika berkunjung ditempat tersebut.

Selain kolam, beberapa wahana permainan seperti ding-dong, prosotan, ayunan, dan berbagai permainan lainnya juga terlihat tidak terawat. Padahal, di WLT merupakan tempat wisata yang cukup besar dan bagus jika dibandingkan dengan tempat wisata lain yang ada di Tuban.

Kondisi ini cukup mengecewakan, sebab pengunjung ditarik tiket sebesar Rp 5.000 untuk masuk ketempat wisata tersebut. Belum lagi, didepan area masuk juga ada orang yang menarik uang Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 3.000 untuk kendaraan roda empat.

”Sebenarnya sayang sekali, wahana sebesar ini tidak dirawat dengan baik,” lanjut Peno, yang mengaku kecewa datang ke lokasi ini bersama keluarga.

Petugas WLT, Joko Windu, menjelaskan kolam utama mengalami kerusakan cukup parah. Keramik yang ada di dasar kolam mudah ambles, sebab dulu tempat ini adalah laut yang kemudian diuruk. ”Jadi keramiknya ikut ambles, dan kalau sudah begitu bocor,” kata Joko Windu.

Secara keseluruhan, WLT ini bisa dibilang mangkrak. Hampir disemua bagian ditumbuhi rumput liar, selain itu beberapa gazebo dan bangunan wahana permainan juga mengalami kerusakan. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban