Komersialkan Lahan Pesanggem, KPH Ancam Sangsi Tegas

image
Tanaman jagung di lahan perhutani

kotatuban.com-Banyaknya lahan perhutani yang dipinjampakaikan kepada petani penggarap lahan hutan (pesanggem) akhirnya berpindah tangan ke petani lain.  Hal itu memunculkan spekulasi adanya oknum nakal yang mengkomersialkan lahan perhutani  untuk kepentingan pribadi. Banyak tanaman hutan milik perhutani yang rusak lantaran penggarap merasa telah membayar untuk lahan yang mereka garap itu.

Menanggap hal tersebut, Wakil Administratur KPH Tuban, Muhlisin, mengungkapkan pihak perhutani akan memberikan sangsi tegas bagi oknum nakal yang ketahuan menjualbelikan lahan garapan perhutani kepada petani penggarap.

“Tndakan tegas akan kami berikan jika kami menemukan adanya praktik jual beli lahan garapan petani hutan di bawah KPH Tuban,” tegasnya, Selasa (10/6).

Tidak tanggung-tanggung,  oknum yang terbukti melanggar dengan menjual lahan hutan kepada para petani akan dibawa ke ranah peradilan. Tidak hanya oknum petugas perhutani,  tindakan tegas juga akan diberikan kepada para pesanggem yang memanfaatkan lahan garapan untuk di perjual belikan kepada pesanggem lain.

“Kalau perlu kita akan bawa oknum yang nakal itu ke peradilan,” imbuhnya.

Ditambahkan, pihak perhutani Tuban tidak pernah menjual lahan garapan kepada petani penggarap. Pesanggem di izinkan menggarap lahan hutan dengan catatan dapat bertanggungjawab atas tanaman milik perhutani di lahan yang menjadi garapannya.

“Kami mengizinkan lahan perhutani digunakan pesanggem bercocok tanam selama tanaman milik kami dirawat dan mereka bertanggungjawab atas tanah itu. Semua peraturan tersebut sudah di sepakati oleh pesanggem dan di kuatkan dengan perjanjian,” terang Muhlisin.

Menurut aturan yang ada, pesanggem hanya di izinkan menggarap lahan milik perhutani dengan ketentuan, setiap kepala keluarga bertangguungjawab terhadap 1,3 hektar lahan, namun pada praktiknya banyak diantara pesanggem yang menggarap melebihi kapasitas tersebut lantaran membeli dari pesanggem lain. (kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban