Komnas HAM Telisik Penyebab Kematian Puluhan Warga Karanglo

Tim Komnas HAM saat menemui warga yang keluarganya meninggal dunia di Karanglo
Tim Komnas HAM saat menemui warga yang keluarganya meninggal dunia di Karanglo

kotatuban.com-Kematian warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek yang sempat menghebohkan mendapat perhatian khusus Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Sebanyak tujuh orang tim Komnas Ham turun ke Desa Karanglo untuk mencari tahu penyebab kematian warga yang mencapai puluhan dalam kurun waktu tuiga bulan. Bahkan, tim juga turun ke sejumlah desa sekitar untuk melengkapi data penyebab kematian tidak wajar tersebut.

Mereka melakukan pertemuan dengan perangkat desa, pihak Puskesmas dan keluarga yang meninggal. Tim Komnas HAM bertada di Karanglo sejak Selasa (12/04) hingga Jumat (15/04).

”Jadi kedatangan kami ke sini untuk  merespon meninggalnya puluhan orang di Desa Karanglo,” jelas salah satu anggota Tim Komnas HAM, Mimin Dwi Hartono, saat ditemui di balai desa setempat, Rabu (13/04).

Kata Mimin, semua temuan saat berada di lapangan nanti, akan menjadi rekomendasi kepada pemerintah setempat atau Pemerintah Pusat. Terkait kematian itu apakah wajar atau tidak sehingga dapat ditindakanjuti dengan baik.

“Selama dua hari ini, kita akan fokus verifikasi data-data di desa ini, dengan menemui perangkat desa, petugas kesehatan, ataupun mendatangi keluarga warga yang meninggal,” kata Mimin.

Lebih lanjut, tim ini akan melakukan investigasi sampai empat hari atau Jumat mendatang.  Setalah hari kedua, akan mendatangi Polres Tuban dan Bupati Tuban, untuk menyampaikan hasil temuan.

“Saat ini sebanyak empat utusan mulai mendatangi satu persatu keluarga yang meninggal dunia. Utusan lain selanjutnya akan menyusul,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, angka kematian warga Karanglo sebagaimana disampaikan Kepala Desanya sebanyak 61 orang meninggal dunia dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Selanjutnya data itu di verifikasi oleh petugas Puskesmas, dan hanya ada 29 orang meninggal dunia dalam kurun waktu sekitar tiga bulan. (kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban