Lagi, Polres Tuban Panen Tangkapan Pengedar Pil Koplo

kotatuban.com – Tampaknya peredaran obat terlarang jenis pil karnopen masih tumbuh subur di Kabupaten Tuban. Buktinya, petugas kepolisian dari Polres Tuban dalam beberapa pekan ini seakan panen tangkapan.

 

Selama kurun enam hari ini jajaran SatResnarkoba Polres Tuban, telah membekuk empat pengedar obat daftar G di tiga tempat berbeda. Pengedar yang ditangkap petugas kepolisian adalah S (28) dan IS (28), keduanya merupakan warga Desa Tambakboyo, Kecamatan Tambakboyo.

 

Jajaran SatResnarkoba Polres Tuban tengah mengamankan beberapa pengedar Pil Koplo
Jajaran SatResnarkoba Polres Tuban tengah mengamankan beberapa pengedar Pil Koplo

Dari kedua tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan sebanyak 741 butir pil karnopen dan uang tunai Rp 607 ribu. Tersangka lain, berinisial  AAK (23), warga Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, yang ditangkap di tepi Jalan Panglima Sudirman dengan barang bukti sebanyak 4.000 butir pil karnopen dan uang tunai Rp 13 ribu.

 

Selain itu, petugas kepolisian juga membekuk MM (33), warga Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang. Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti  52 butir karnopen dan satu buah HP.

 

”Ke-empat pengedar tersebut ditangkap di tiga lokasi yang berbeda dan waktu berbeda pula,” terang, Kasat Reskoba Polres Tuban, AKP I Made Patera, Selasa (19/01).

 

Menurut Made Patera, para tersangka tersebut menjual karnopen dan mengedarkannya ke beberapa lapisan masyarakat, termasuk para pelajar.

 

”Dari pengakuan tersangka, beberapa obat terlarang itu diedarkan di beberapa daerah. Dengan sasaran yang berbeda, termasuk pelajar Tuban menjadi sasaran dalam peredaran obat haram ini,” ungkap Made Patera.

 

Kasat Reskoba menghimbau kepada masyarakat khususnya para pelajar agar tidak mudah terpengaruh mengkonsumsi pil karnopen. Pasalnya, pil tersebut dapat merusak kesehatan, bahkan juga saraf.

 

”Jika dikosumsi tidak dengan resep dokter, karnopen tersebut bisa merusak saraf, tulang kropos, sistim kekebalan tubuh atau imunitas menurun, dan intinya merusak tubuh,” terang Made.

 

Akibat perbuatannya, keempat tersangka itu terancam dengan pasal 197 Subs 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban