​Relokasi Pasar Burung Dinilai Asal-asalan 

Ketua Komisi B DPRD Tuban, Karjo

kotatuban.com – Kondisi pasar burung Tuban di kawasan pasar hewan Jl Hos Cikroaminoto kian memprihatinkan. Pasar birung yang dibangun dengan uang APBD nyaris tak berpenghuni setelah ditinggalkan para pedagangnya.

Menanggapi kondisi pasar burung saat ini, Ketua Komisi B DPRD Tuban, Karjo menila, Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) asal-asalan memilih tempat relokasi. Akibatnya, para pedagang memilih kembali di tempat lama dengan alasan tempat baru tidak strategis.

“Kami menilai dinas terkait sebelum memutuskan tempat relokasi tidak melakukan studi kelayakan, makanya aspek paling penting yang berkaitan dengan ekonomi para pedagang ini tidak terakomodir,” kata Karjo, Rabu (07/09).

Disampaikan Karjo, sebelum memutuskan tempat relokasi, mestinya ada kajian mendalam, atau setidaknya melibatkan pedagang yang akan direlokasi, terkait bagus tidaknya lokasi untuk berjualan. Sebab, jika tidak, yang akan terjadi justru akan mematikan perekonomian pedagang yang akan menempati.

“Mestinya ada komunikasi dengan pedagang  soal tempat relokaasi itu. Sebab ini urusan ekonomi mereka, wajar saja mereka tidak mau di sana, karena daganganya tidak laku,” terang Karjo.

Dalam waktu dekat Komisi B akan memanggil Dinas Perekonomian terkait mangkraknya pasar burung yang dibangun menggunakan uang APBD Rp480 juta lebih itu. 

”Kita akan coba komunikasi dengan dinas terkait, jangan sampai bangunan itu sia-sia, apalagi uang rakyat yang digunakan,” tegas Karjo. (kim)


Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.