Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi Hingga Maret

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan, M Amenan
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan, M Amenan

kotatuban.com-Nelayan diminta mewaspadai gelombang tinggi, sehingga, dalam melaut untuk berhati-hati. Sebab, cuaca buruk di perairan laut Jawa masih terjadi. Diperkirakan cuca buruk dan gelombang tinggi di laut masih terjadi hingga Maret mendatang.

“Kami himbau kepada nelayan agar tidak terlalu jauh dalam mencari ikan, sebab menurut laporan BMKG Perak,   berpotensi ombak tinggi dan angin kencang di utara laut Jawa hingga Maret mendatang,” ujar Sekertaris Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tuban, M Amenan, Senin (6/1).

Amenan menjelaskan meski secara resmi belum ada edaran dari badan Meterologi, Kimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait larangan melaut, namun dihimbau kepada para nelayan Tuban, yang ingin tetap melaut untuk waspada. Sebab, selain gelombang tinggi, arus laut yang kuat dapat mengancam keselamatan para nelayan. “ Kami akan langsung menyampaikan edaran dari BMKG kepada UPT di kecamatan, yang selanjutnya bisa disampaikan kepada kelompok nelayan di masing-masing wilayah,”kata Amnan.

Sebenarnya jika masih memaksa untuk melaut ada jarak aman bagi para nelayan, namun masih tetap harus mempertimbangkan cuaca. Sebab sewaktu-waktu cuaca bisa berubah dengan cepat. “Memang beberapa kapal nelayan di Tuban ada yang berukuran besar, namun kebanyakan adalah perahu kecil, yang hitungan melautnya secara harian. Asal mereka tidak melebihi jarak ketentuan  4 mil dari garis pantai Insya Allah tetap aman,” jelas Amenan.

Lebih lanjut Amnan menjelaskan, para nelayan sebenarnya sudah hafal dengan kondisi cuaca semacam itu. Nelayan pun punya patokan tersendiri kapan mereka harus melaut maupun berhenti melaut.” Mereka yang sudah terbiasa dengan keadaan laut memang sudah hafal, bahkan bisa memprediksi arah angin. Namun, kondisi saat ini selalu berubah-ubah sehingga prediksi nelayan terkadang juga salah,” lanjutnya.

Amnan menghimbau kepada para nelayan terutama yang melaut menggunakan perahu kecil agar tetap waspada serta jangan lupa membawa peralatan savety. ”Para nelayan ini harus lebih siap lagi terutama pelampung dan alat keselamatan lainya jangan lupa dibawa,” imbaunya.

Sementara itu disejumlah lokasi, para nelayan memilih langkah aman dengan tidak melaut sementara waktu, meski sebagian dari mereka ada yang nekat. Langkah ini diambil demi keselamatan kapal maupun jiwa mereka. Sambil mengisi waktu, para nelayan tetap melakukan berbagai persiapan, seperti memperbaiki jaring maupun perbekalan dan peralatan penunjang lain untuk melaut. (kim)

 

 

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.