Diduga Mengandung Bakteri Apel Import Disita

image kotatuban.com-Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban, menyita apel import asal Amerika yang diduga mengandung bakteri membahayakan bagi kesehatan manusia dari pedagang buah di jalan Pahlawan Tuban.

Penyitaan tersebut dilakukan petugas saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar buah dan sejumlah toko buah besar di Kabupaten Tuban.

“Sesuai intruksi Mentri Perdagangan untuk menarik peredaran apel yang mengandung bakteri, kita lakukan sidak di pasar buah dan sejumlah toko buah di Kabupaten Tuban,” ujar Kasi Meterologi dan Perlindungan Konsumen, Bidang Perdagangan, Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Sunaryo, Selasa (3/2).

Sunaryo menjelaskan, dari sidak yang dilakukan, petugas hanya menemukan sedikit buah berbakteri yakni jenis Royal Gala, sedangkan satu jenis lainya yakni granny Smith, tidak ditemukan dari kios buah maupun penjual buah di Tuban.

“Dari kios dan toko serta pasar buah, hanya beberapa tadi kami temukan dan langsung kami sita dari pedagang, yakni jenis Gala, yang Smit menurut informasi pedagang sudah tidak dikirim satu bulan ini,” terang Sunaryo.

Selain menyita buah milik pedagang yang mengandung bakteri, petugas juga meminta pedagang tidak menjual dua jenis apel asal Amerika yang mengandung bakteri Lesteria monocytogenes tersebut.
“Kami juga sudah menyampaikan kepada para pedagang agar buah yang masih ada tidak dijual, dan tidak menerima kiriman lagi,” katanya.

Sementata itu  Sugiono, salah satu pedagang buah mengatakan, sejak apel mengandung bakteri ramai diberitakan, pihaknya sudah tidak menerima kiriman lagi dari distributor. Bahkan sisa apel yang masih ada langsung dibuang setelah mendapatkan informasi tersebut.

“Sudah dibuang ada sisa beberapa tadi, soalnya di televisi dikatakan bakterinya cukup berbahaya, saya sendiri ngeri soalnya sempat mengkonsumsi, untung tidak apa-apa,” kata penjual buah itu. (kim).

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.