Bupati Resmikan SDN Rahayu

image
kotatuban.com – Bupati Tuban Fathul Huda meresmikan gedung SDN Rahayu, Kecamatan Soko, Sabtu (28/02). Gedung dua lantai tersebut merupakan bantuan dari Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ).

SDN Rahayu diserahterimakan dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) SKK Migas – JOB PPEJ pada Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Tuban.  SD Rahayu merupakan  relokasi SDN Rahayu I dan II dengan total anggaran sekitar Rp 5 miliar.
SD itu, direlokasi  untuk menghindari dampak flare Centra Processing Area (CPA) JOB PPEJ yang terletak Desa Rahayu.

Secara fisik, gedung  baru SDN Rahayu  yang berlantai dua  itu terdiri dari 12 kelas, 2 ruang guru, 2 ruang UKS,  2 ruang perpustakaan, 1 musholla, 8 kamar toilet , 2 gudang dan 2 pantry.  Bangunan ini lebih layak dan representatif dibandingkan dengan gedung lama.

Pembangunan  gedung SDN Rahayu dimulai dengan pengadaan lahannya sejak tahun 2011 dan pembangunan fisik gedung dan penyediaan sarana dan prasarananya pada tahun 2012. Dan selesai pada tahun 2013/2014.

”Saya telepon Pak Junizar agar akhir Februari 2015 ini bisa diresmikan. Alhamdulillah akhirnya hari ini diresmikan,” kata Bupati Huda.

Menurutnya, keberadaan industri selalu punya dampak positif dan negatif. Tetapi dampak positif keberadaan industri lebih banyak dibandingkan efek negatifnya.

”Karena itu kami juga meminta sektor industri juga memperhatikan kewajibannya, khususnya pada CSR. Sebaliknya masyarakat juga jangan main pokoke. Intensifkan komunikasi, karena prinsip pokoke itu hanya melahirkan kebuntuan komunikasi,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager JOB PPEJ Akbarsyah,  berharap keberadaan gedung baru SDN Rahayu bisa membuat putra-putri warga Rahayu belajar lebih tenang dan bisa berkonsentrasi dengan baik agar bisa mengejar cita-cita mereka.

”Dalam pembagunan SDN ini, JOB PPEJ juga melibatkan kontraktor lokal dalam pengadaan barang dan jasa. Mereka rekanan yang sudah terdaftar,” katanya.

Akbarsyah menambahkan, relokasi SDN Rahayu hanya merupakan salah satu  upaya non teknis JOB PPEJ untuk mengurangi dampak flare.

”Saat ini JOB PPEJ juga sedang menyiapkan program pertanian terpadu agar masyarakat bisa tetap sejahtera saat produksi migas di Desa Rahayu sudah habis nantinya,” pungkasnya. (duc)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.