ABK Tewas Tersangkut Jaring Nelayan

Nelayan saat mengevakuasi jenazah korban
Nelayan saat mengevakuasi jenazah korban

kotatuban.com – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) asal Desa Karangagung, Kecamatan Palang, ditemukan dalam kondisi tewas mengapung di tengah laut utara Pulau Jawa saat sedang melaut untuk mencari ikan bersama dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Lumayan.

Korban diketahui bersama Sukarman (35). Diduga korban tewas terjatuh ke laut dan kondisinya tersangkut jaring saat menebar jaring saat akan menangkap ikan, dan korban tidak sempat diketahui oleh teman kerjanya.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun kotatuban.com di lapangan, kejadian tewasnya Sukarman diketahui sejak dini hari tadi. Sejumlah nelayan lain yang satu kapal dengan korban mencari Sukarman yang sudah tidak diketahui keberadaannya didalam kapal.

”Berangkatnya melaut dari rumah kemarin sore. Informasinya, saat di tengah laut katanya korban menebar jaring dan tersangkut jaring,” ujar salah satu warga di TPI Palang, yang enggan disebutkan namanya, Jumat (26/09).

Setelah diketahui korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa, para teman korban langsung membawa jenazah Sukarman untuk kedarat. Dan sampai siang tadi, jenazah nelayan dari KM Lumayan tersebut baru tiba di pelabuhan TPI, Desa Palang, Kecamatan Palang.

Sementara itu, Kapolsek Palang, AKP Murni Kamariyah, membenarkan dengan adanya seorang nelayan yang merupakan ABK dari KM Lumayan. Saat melaut itu, korban juga bersama dengan adiknya serta nelayan lainnya. ”Dari hasil keterangan para saksi, mereka menangkap ikan di jarak sekitar 120 mil ke tengah laut. Saat menebar jaring diduga korban terlilit dan terbentur badan kapal hingga jatuh ke laut,” terangnya.

Menurutnya, kejadian tewasnya Sutarman di tengah laut tersebut merupakan murni akibat dari kecelakaan. Sedangkan untuk keluarga korban telah membuat surat penyataan tidak bersedia jika korban diotopsi dan langsung membawa korban ke rumah duka untuk dimakamkan. ”Kejadian ini murni kecelakaan,” pungkasnya. (duc)‎

 

 

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.