AKD Siapkan Bantuan Hukum Kades Socorejo

kotatuban.com – Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Tuban, telah menyiapkan bantuan hukum Kepala Desa (Kades) Socorejo, Kecamatan Jenu, Saiful Bakhri beserta Sekretaris Desa (Sekdes)nya Parlan. Kedua perangkat desa itu diduga melakukan pemerasan terhadap salah satu notaris sekaligus Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Kabupaten Tuban.

”Tanpa dimintapun, kita (AKD) akan melakukan advokasi kepada yang bersangkutan, untuk memberikan pembelaan kepada Kades dan Sekdes Socorejo,” kata Ketua AKD Tuban, Zuhri Ali, kepada kotatuban.com, Rabu (14/01).

Menurutnya, terkait bantuan hukum yang akan diberikan ini, dia mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu permintaan dari tersangka. Meskipun sebenarnya tanpa permintaan pun pihaknya akan melakukan advokasi atas kasus yang menimpa Kades dan Sekdes Socorejo tersebut.

Jojo, panggilan akrab Zuhri Ali juga mempertanyakan terkait kasus yang menimpa anggotanya tersebut. Apabila Kades dan Sekdes tersebut dijerat dengan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) oleh penyidik, kenapa notaris yang dianggap sebagai korban tidak ikut ditahan?

”Setahu saya, kalau Tipikor itu kan yang disuap sekaligus pemberi suap harus ditahan, kenapa notaris selaku pemberi suap sampai sekarang tidak ditahan,” kata Jojo dengan nada tanya.

Begitupun dia juga mempertanyakan apabila ini kasus pemerasan, kenapa ada proses tawar menawar dan akhirnya ada kesepakatan harga kemudian bertemu sebelum dilakukan penggerebekan oleh anggota kepolisian tersebut.

”Kalau pemerasan itu dengan pemaksaan, dan istilahnya mengambil hak orang lain dengan paksa, dan ini tidak,” jelas Jojo.

Menurutnya, kalau dalam Peraturan Pemerintah (PP) no 71 tahun 2010 juga disebutkan, kalau saksi jual beli tanah berhak mendapatkan 1,5 persen dari keseluruhan harga tanah.

”Itu sudah ada aturannya, dan perlu diingat kalau harga itu adalah kesepakatan antara notaris dengan kades yang bersangkutan. Dari penawaran Rp1,5 juta per warka tanah kemudian sampai turun di angka ratusan ribu,” jelas Jojo.

Diberitakan sebelumnya, Kades dan Sekdes Socorejo, Kecamatan Jenu, ditangkap petugas Satreskrim Polres Tuban atas dugaan pemerasan terhadap Tien Harvieta Dyan Kusuma Ratna, selaku notaris yang dipercaya untuk mengurus surat tanah oleh PT Kawasan Industri Gresik (KIG) dalam proses pembebasan lahan untuk pembangunan Kawasan Industri Tuban (KIT). (duc)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.