Akhirnya, Warga dan PJB Ada Kesepakatan

kotatuban.com – Setelah warga yang melakukan aksi demontrasi melakukan penyandraan terhadap bus untuk antar jemput karyawan, dan melakukan perundingan yang cukup alot, Selasa (11/2). Akhirnya Pembangkit Jawa Bali (PJB), selaku operator dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Awar-awar berjanji memenuhi enam tuntutan yang disampaikan warga.

Hal tersebut disampaikan Manager Operasi PJB  Tanjung Awar-awar, Ubaidi Susanto, ketika membacakan kesepakatan tertulis antara PJB dan
perwakilan 5 desa ring 1 PLTU, yakni Desa Beji, Desa Rawasan, Desa Wadung, Desa Kaliuntu, dan Desa Mentoso, kesemuanya berada di Kecamatan Jenu.

Warga dan PJB bangun kesepakatan
Warga dan PJB bangun kesepakatan

”Setelah kita melakukan dialog, ada beberapa kesepakatan dalam pertemuan dengan masing-masing kepala desa dan korlap aksi dari masing-masing desa,” ujar Ubaidi kepada sejumlah wartawan.

Kesepakatan pertama, bahwa Badan Usaha dan Tenaga Kerja untuk supporting akan dikelola warga ring 1, yang meliputi Desa Beji, Desa Rawasan, Desa Wadung, Desa Kaliuntu, dan Desa Mentoso. Sedangkan, kesepakatan kedua, bahwa yang dimaksud tenaga kerja supporting adalah cleaning service, office boy, driver, perawatan jalan dan taman.

Kesepakatan ketiga, bahwasanya Security akan direkomendasikan untuk
menggunakan badan usaha lokal. Kesepakatan keempat, untuk semua proses pemenuhan persyaratan harus
dipenuhi sesuai dengan aturan dan ketetapan hukum yang berlaku. Sedangkan, kesepakatan kelima, antara warga dan PJB akan melakukan pertemuan rutin selama 3 bulan sekali.

Untuk kesepakatan antara PJB dan warga yang kelima, adalah akan diajukannya rekomendasi ijin ke kantor pusat untuk penambahan tenaga operator unit dari lokal.

Selanjutnya Ubaidi mengatakan, kalau aksi demonstrasi yang dilakukan warga sebenarnya adalah kesalah pahaman antara perusahaan dan warga. Sehingga, dia berharap kesalahan komunikasi tidak terulang lagi. ”Komunikasi dengan warga ini akan kami perbaiki, supaya kedepan tidak terjadi mis komunikasi lagi,” pungkasnya.

Sempat Sandra Bus
Sebelum ada kesepakatan warga sempat menyandra sejumlah kendaraan penjemput pekerja proyek PLTU. Kendaraan yang disandra sebanyak 4 bus dan 2 mini bus yang dipaksa parkir melintang menutup akses jalan masuk lokasi proyek.

Aksi paksa sandra kendaraan tersebut dilakukan ratusan warga gabungan dari 5 desa ring 1 PLTU yang sejak pagi melakukan aksi unjukrasa. Pasalnya, tuntutan yang disampaikan tidak disetujui  Pembangkit Jawa Bali (PJB) selaku operator proyek. ”Tuntutan kami tidak dikabulkan, saat melakukan konsolidasi didalam tadi juga ada titik temu, maka kami bertahan disini memblokir jalan dan terpaksa menyandra kendaraan tersebut,” ujar Koordinator warga, Suwarno , kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan perwakilan PJB.  (duc)

 

 

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.