Alokasi Pupuk di Tuban Kurang dari 50 Persen RDKK

wpid-img_20140920_100211.jpgkotatuban.com– Alokasi jatah pupuk bersubsidi yang diajukan Pemkab Tuban ke Pemprov Jatim hanya disetujuhi kurang dari 50 persen dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani. Dengan kondisi itu dipastikan kebutuhan pupuk wilayah Tuban tidak mencukupi. Belum lagi, lahan Perhutani yang dikerjakan warga juga menyerap pupuk tersebut.

“ Jatah alokasi pupuk di Tuban memang sangat jauh dari RDKK yang kita ajukan. Sehingga, setiap tahun kebutuhan pupuk pasti kurang,” terang Kepala Dinas Pertanian Tuban, Heri Prastyo, Sabtu (6/2).

Dikatakan, RDKK 2014 yang diajukan sebanyak 310.343 ton pupuk berbagai jenis hanya terealisasi 101.077 ton pupuk atau sekitar 32 % dari RDKK. RDKK 2014 yang diajukan untuk pupuk Urea 67.887 ton, SP-36 sebanyak 29.095 ton, ZA sebanyak 38.793 ton, NPK sebanyak 77.586 ton dan Organik sebanyak 96.982 ton. Dari pengajuan itu hanya disetujui untuk pupuk Urea sebanyak 37.778 ton, SP-36 sebanyak 11.871 ton, ZA sebanyak 5421, NPK sebanyak 26.954 ton dan Organik sebanyak 19.053 ton.

Sementara tahun 2015 dengan RDKK yang sama dengan RDKK 2014 terealisasi 116.592 ton pupuk atau sekitar 37 %, terdiri dari, pupuk Urea 47.870 ton. Pupuk SP-36 terealisasi sebanyak 12.048 ton, ZA sebanyak 7.563 ton, NPK 30.580 ton dan Organik sebanyak 18.531 ton.

“Memang ada kenaikkan, tapi, masih jauh dari kebutuhan riil di kalangan petani,” tandas Heri.
Untuk meminimalisasi kekurangan pupuk diharapkan petani tidak lagi melakukajnn pemupukan berlebihan. Selama ini petani dalam melakukan pemupukan jauh dari konsep pemupukan berimbang, yakni, 5:3:2. Artinya, dalam satu hektar tanaman padi dipupuk 500 kg Organik, 300 kg NPK dan 200 kg Urea.
“Tapi, rata-rata petani menggunakan pupuk Urea saja lebih dari 500 kg setiap hektar. Ini, selain dapat merusak struktur tanah juga biaya yang dikeluarkan petaqni sangat besar,” papar Heri.

Selain itu, pihaknya kini tengah mengajukan tambahan alokasi pupuk yang bakal dipergunakan untuk lahan Perhutani yang dikerjakan warga. “Kalau dulu lahan Perhutani tidak boleh diajukan pupuk bersubsidi, tapi, tahun ini sudah boleh diajukan jatah pupuk bersubsidi,” tuturnya. (ros)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.