Banjir Bengawan Solo Empat Kecamatan di Tuban Masih Terendam

kotatuban.com – Banjir luapan Bengawan Solo masih menggenangi empat kecamatan di Kabupaten Tuban. Selain lahan persawahan luapan Bengawan Solo juga menggenangi pemukiman warga dan sejumlah fasilitas umum pendidikan dan akses jalan.

“Jumlah kawasan yang terendam masih sama seperti kemarin, namun, ada tren turun di daerah hulu Bengawan Solo,” ujar Kepala Pelaksana BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban Joko Ludiyono, Senin (28/11) .

Joko menjelaskan, di Kecamatan Soko terdapat sedikitnya enam desa masih tergenang. Yakni, Desa Menilo, 150 rumah tergenang, jalan desa dan lahan pertanian. Selanjutnya Desa Simo 5 rumah warga,  Desa Glagah Sari, 736 rumah warga, jalan dan lahan pertanian tergenang. Desa Kenongo 20 rumah,  desa Kendalrejo 3 rumah  dan Desa Mojoagung  satu fasilitas pendidikan terendam.

Sementara di Kecamatan Rengel, desa terendam meliputi Desa Karangtinoto, Tambakrejo, Ngadirejo, Kanorejo, Sawahan, Karangtinoto, Bulorejo, Sumberejo dan Campurejo. Di Kecamatan Rengel banjir luapan juga menggenang rumah, akses jalan dan lahan persawahan yang luasnya mencapai ratusan hektar.

“Lahan persawahan di Kecamatan Rengel ini rata-rata tanamanya berumur 25 hari terendam,” lanjut Joko.

Di Kecamatan Plupang desa yang terdampak luapan Bengawan Solo, yakni, Desa Kebomlati, Desa Klotok, dan Desa Kedungsoko. Semenara di Kecamatan Widang juga merendam rautsan rumah,  menggenang lahan persawahan dan akses jalan di Desa Ngadipuro, Patihan, dan Desa Widang. (kim)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.