Belasan PSK Terjaring Operasi Pekat

kotatuban.com-Dua belas orang yang diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) dijaring petugas Satua Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Tuban dalam razia Penyakit Masyarakat (Pekat). Para wanita penjaja wanita itu terjaring di kawasan terminal cargo PT Semen Indonesia, Desa Tlogowaru, Kecamata Merakurak Tuban.

“Penertiban yang kami lakukan berdasarkan Perda nomor 13 tahun 2002, yang mengatur larangan keberadaan, menyediakan atau melaksanakan aktifitas prostitusi di Kabupaten Tuban,” ujar Kepala Satpol PP Pemkab Tuban, Heri Muharwanto, Jumat (24/10).

Menurut Heri, selain pengamatan lapangan dan pengawasan yang dilakukan timnya, razia tersebut juga berdasarkan laporan warga dan pihak perusahaan, yang mencurigai aktifitas sejumlah wanita diantara sopir truk yang sedang parkir kendaraanya di lokasi kejadian.

“Selain pengawasan dan pemantauan kami terhadap titik rawan, razia yang kami lakukan juga berdasarkan laporan pihak perusahaan dan masyarakat,” terang Heri Muharwanto.

Saat dilakukan penangkapan, sejumlah wanita yang sebagian besar bukan warga Tuban tersebut sempat menolak diangkut kendaraan petugas. Mereka berdalih keberadaan mereka di lokasi kargo adalah berjualan makanan. Namun petugas tidak percaya begitu saja, karena pihak desa juga tidak pernah mendapat laporan maupun ijin dari para wanita yang terjaring tersebut.

“Kami terus berkorninasi dengan pihak desa, makanya kami minta datanya pemilik warung di tempat itu,” sambung Heri.

Seluruh wanita yang terjaring razia, lanjut Heri, akan diserahkan ke Dinas Sosial setempat untuk mendapatkan pembinaan serta pelatihan keterampilan agar tidak kembali beraktifitas di lokasi tersebut.

“Kami tadi sudah berkordinasi dengan Dinas Sosial, setelah kami data akan kami serahkan untuk mendapatkan pembinaan, ” katanya. (kim)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.