Di PHK Sepihak, Pekerja PLTU Protes

Puluhan pekerja mendatangi kantor desa untuk menyampaikan protes atas PHK yang dilakukan PLTU
Puluhan pekerja mendatangi kantor desa untuk menyampaikan protes atas PHK yang dilakukan PLTU terhadap mereka

kotatuban.com – Sedikitnya 24 pekerja dari PT Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Awar-awar, Pembangkit Listrik Jawa Bali (PJB), di Desa Wadung, Kecamatan Jenu, berbondong-bondong ke kantor balai desa setempat, Kamis (08/01). Kedatangan warga yang merupakan pekerja proyek PLTU adalah untuk melakukan protes atas pemberhentian mereka dari proyek PLTU.

Menurut pekerja, mereka diberhentikan secara sepihak oleh manajemen PLTU. Pekerja yang merupakan warga ring 1, Desa Wadung menyesalkan sikap perusahaan yang melakukan PHK terhadap mereka sejak 6 Januari 2015 kemarin. Pemberhentian tersebut, kata warga, merupakan bentuk arogansi perusahaan terhadap mereka.
”Awalnya, kita waktu mau kerja tanggal 6 Desember kemarin mendadak tidak boleh masuk ke lingkungan perusahaan. Tiba-tiba kita tidak boleh masuk oleh Satpam saat mau masuk kerja,” terang, M Syifaul (20), warga ring 1 yang juga korban PHK.
Saat menanyakan kepada perusahaan terkait larangan masuk kerja tersebut, mereka mendapat jawaban yang kurang memuaskan. Perusahaan berdalih masa kontrak kerja mereka sudah habis. ”Padahal kita tidak pernah tahu menahu tentang kontrak itu, mendadak saja diberhentikan sepihak tanpa ada penjelasan apapun. Ini yang membuat kita kecewa dengan perusahaan,” lanjut Ismail, pekerja lain yang juga ikut protes.
Sementara, salah satu perwakilan managemen PT PLTU, Bambang Tedjo, saat dikonfirmasi mengenai aksi protes pekerja, saat berada di Balai Desa Wadung, pihaknya masih akan melakukan negosiasi dengan pekerja yang merupakan warga ring 1 tersebut. ”Kita coba untuk melakukan diaolog dengan para pekerja dulu,” pungkasnya. (duc)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.