Dikpora Diminta Awasi Ketat Saat MOS

wpid-wp-1461407007439.jpgkotatuban.com-Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupten Tuban, mengingatkan Dinas Pendidikna Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) memberikan pengawasan kepada sekolah-sekolah yang sebentar lagi menggelar kegiatan orientasi dan pengenalan bagi peserta didik baru agar bebas dari prilaku buruk dari oanitia penyelenggara.

“Kami sudah berkordinasi dan terus mengingatkan Dinas Pendidikan mengawasi seluruh sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan pengenalan tetap dalam koridor pendidikan,” ujar Wakil Ketua Komisi C DPRD Tuban, Tri Astuti, Rabu (29/06).

Dia mengatakan berkaitan dengan kegiatan orientasi siswa baru di sekolah, petunjuk teknis sudah dibuat oleh Dinas Pendidikan agar seluruh sekolah mematuhi dan melaksanakan sesuai petunjuk, terutama tidak melakukan kegiatan pengenalan yang tidak memiliki korelasi dengan dunia pendidikan.

Komisi C juga berani menjamin jika pelaksanaan kegiatan pengenalan siswa baru tahun ini tidak akan sama dengan kegiatan tahun-tahun sebelumnya yang sarat perpeloncoan, dan kegiatan tidak masuk akal oleh OSIS atau senior di sekolah. Seperti kekerasan terhadap siswa baru, perintah tidak masuk akal oleh senior atau menggunakan atribut konyol apapun alasannya.

“Juknisnya sudah dibuat sehingga osis yang melakukan kegiatan pengenalan  dalam pengawasan kepala sekolah. Osis harus melakukan kegiatan MOS dengan baik dan semua kegiatan harus ada korelasinya dengan pendidikan,” kata Astuti.

Dsampaikan, politsi Patrai Gerakan Indonesia Raya itu,  kegiatan MOS adalah pengenalan siswa baru kepada lingkungan sekolah dan pengenalan fisi misi sekolah. Bukan sekedar kegiatan hiburan apalagi balas dendam senior kepada junior.

“Kegiatan MOS itu untuk membentuk karakter dan pengenalan lingkungan sekolah, wawasan sekolah bukan yang aneh-aneh itu,” katanya.

Pikanya juga mengingatkan Dinas Pendidikan agar sekolah tidak melaksanakan kegiatan MOS yang menguras tenaga atau kegiatan fisik berlebihan, karena itu dikhawatirkan bakal menimbulkan korban.

“Jika dalam kegiatan itu ada siswa yang sakit ya jangan dipaksakan, jangan sampai kegiatan MOS malah memakan korban,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Permendikbud nmor 18 tahun 2016 tentang pengenalan sekolah, mulai tahun ajaran 2016/2017, yang semula Masa Orientasi Sswa (MOS) berubah menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Seklah (MPLS), dalam permen tersebut kegiatan tidak boleh lebih dari tiga hari. Penyelenggaranya adalah guru pada hari dan jam sekolah. Siswa senior hanya membantu guru dalam kegiatan.

Dalam Permendkbud tersebut, sekolah dilarang mewajibkan siswa baru menggunakan atribut yang tidak semestinya, melakukan kegiatan berat yang sulit dilakukan siswa. Serta memberikan perintah tidak masuk akal pada siswa baru.

Kepala Dinas Pendidkan dan Olahrga Tuban, Sutrisno mengatakan , pihaknya akan segera sosialisasi ke seluruh kepala sekolah berbagai jenjang. Pihaknya juga akan berkordinasi dengan phaak madrasah terkait pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah yang dahulu dikenal dengan MOS agar tidak ada mis komunikasi.

“Kami akan melaksanakan sosialisasi Permendik nomor18 itu, agar di lapangan tidak terjadi mis, karena pada dasarnya, pengenalan itu penting bagi siswa, agar mengenal budaya sekolah dan sebagainya,” kata Sutrisno.

Adapun Kegiatan pengenalan ligkungan sekolah akan dilaksanakan pada hari pertama masuk sekolah selama tiga hari, yakni pada 18 hingga 20 Juli. (kim)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.