Harga Pupuk Melangit Kini Malah Sulit Didapat

image
Tanaman mulai butuh pupuk

kotatuban.com-Selain harganya melangit petani di Kabupaten Tuban mulai kesulitan mendapatkan pupuk. Sejumlah petani mengaku di kios-kios resmi penjual pupuk subsidi sudah tisak ada lagi puipuk.
 
Data yang dihimpun menyebutkan, harga pupuk Urea, saat ini mencapai Rp125.000 per sag. Padahal HET pupuk jenis itu hanya Rp90.000 per sag ukuran 50 Kilo gram (Kg) atau Rp1.800 per kilonya. Pupuk jenis lain yakni SP-36 Rp150 per sag, itu berarti ada lonjakan harga hingga 50 persen dari HET yang hanya Rp100.000 per sag (50 Kg), atau Rp2.000 perkilonya.
 
Penuturan salah seorang petani, warga Desa Sembungin, Kecamatan Bancar, Tuban, Ainul Huda (27), harga pupuk tidak saja tinggi, namun, keberadaan barang tersebut juga semakin sulit didapatkan. Kondisi tersebut dirasa sangat menyulitkan petani yang saat ini memasuki masa tanam padi.
 
“Nasib petani selalu seperti ini, pupuk mahal, kalau musim panen hasil pertanian anjlok. Mahal sedikit tidak apa-apa sebenarnya, asal barangnya ada, ini mahal, juga langka,“ keluh Huda.
 
Huda mengaku, untuk mendapatkan pupuk dirinya terpaksa membeli ke daerah Rembang, Jawa Tengah. Sayangnya pembelian pupuk juga dibatasi, dengan alasan  antisipasi penyalahgunaan.
 
“Saya mendapatkan pupuk ini sampai ke daerah Rembang, Jawa Tengah, sebab di daerah sini sudah tidak ada” terangnya warga Kecamatan Bancar itu.
 
Terpisah, petani lain bernama Sarmen mengatakan, pemerintah dianggap tidak serius dalam membantu petani maupun pengawasan distribusi pupuk. Sebab dibeberapa kios yang pernah dia datangi, harga pupuk tidak seragam (berbeda-beda).
 
“ Katanya disubsidi, tapi di kios-kios pupuk harganya beda-beda, ini pemerintah bagaimana pengawasannya,” kata Sarmen.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Tuban, Heri Prasetyo menyatakan, melonjaknya harga pupuk diatas HET bukan otoritas Dinas Pertanian. Saat ini instansinya hanya mengupayakan penambahan pupuk bersubsidi yang sudah diajukan pada Agustus lalu. Sayangnya pupuk yang diajukan tersebut masih tidak mencukupi kebutuhan petani.
 
“Kalau soal harga pupuk yang tinggi itu bukan wewenang kami, namun, wewenang Dinas Perekonomian,” katanya singkat. (kim).

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.