Hasil Ujian SMA dan SMP Diumumkan 24 Mei dan 1 Juni

kotatuban.com– Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sederajat dan UN tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah selesai dilaksanakan.  Pengumuman hasil Unas tersebut akan dilaksanakan masing-masing pada 24 Mei untuk SMA /sederajat dan 1 Juni untuk jenjang SMP /Sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban Sutrisno, saat dikonfirmasi kotatuban.com mengatakan, pengumuman akan dilaksanakan seperti  pengumuman pada tahun sebelumnya, yakni akan diantarkan ke rumah setiap siswa melalui kurir.

Hal tersebut  dilakukan untuk meminimalisir aksi hura-hura siswa merayakan kelulusan, yang dihawatirkan mengarah kepada hal negatif.

”Pelaksanaan pengumuman seperti jadwalnya yakni 24 Mei untuk SMA sederajat dan 1 Juni untuk SMP sederajat. Seperti tahun sebelumnya, pengumuman akan disampaikan lewat kurir, untuk meminimalisir kerawanan saat pelajar merayakan kelulusan,”  kata Sutrisno.

Siswa sedang serius mengerjakan soal Unas
Siswa sedang serius mengerjakan soal Unas

Data yang dihimpun kotatuban.com dari Dinas Dikpora Kabupaten Tuban, menyebutkan,  jumlah peserta ujian tahun ini untuk  jenjang SMA sederajat sebanyak 10.388 siswa, jumlah tersebut meliputi SMA  3.422, MA  2.695 dan SMK  4.291 peserta, mereka melaksanakan ujian pada 14 April hingga 17 April lalu.

Sedangkan untuk peserta ujian jenjang SMP/ sederajat sebanyak 15.108 peserta dengan rincian, SMP 9.669, peserta dan  MTs 5.349 peserta, yang melaksanakan UN pada 5 hingga 7 Mei.

Sutrisno berharap pengumuman hasil Unas dapat berjalan lancar dan tertib, tidak ada aksi konvoi kendaraan bermotor ataupun aksi coret-coret seragam sekolah.  Sebab, menurut Sutrisno, aksi tersebut bukan cerminan budaya yang baik dan tidak patut dilakukan oleh pelajar, sekalipun untuk merayakan kelulusan.

” Untuk pengumuman nanti,  kami juga akan berkordinasi dengan pihak kepolisian lalulintas, yang pasti anak-anak  kami  dengan tegas kami larang  melakukan konvoi kendaraan dan coret-coret seragam sekolah, lebih baik merayakan kelulusan dengan kegiatan sosial, seperti menyumbangkan seragamnya untuk siswa lain daripada di coret-coret,” imbuh Sutrisno.(kim)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.