Hindari Jadi Lokasi Mesum, Ansor Minta Pengawasan Lokasi Wisata Diperketat

image

kotatuban.com-Gerakan Pemuda (GP) Ansor Caang Tuban, meminta petugas dan pengelola wisata pemandian Bektiharjo, Tuban, tingkatkan keamanan dan pengawasan di lokasi wisata. Sehingga, perbuatan mesum yang dilakukan pengunjung yang tidsak bertanggungjawab tidak terulang lagi.

“Kami minta Dinas Perekonomian Bidang Pariwisata agar memperketat pengawasan, supaya tempat tersebut tidak dijadikan ajang mesum,” ujar Wakil Ketua PC GP Ansor Tuban, Khoirul Huda, Rabu (18/2).

Hal itu disampaikan Khoirul Huda menanggapi berita lokasi wisata alam Bektiharjo sering dimanfaatkan sebagian pengunjung untuk berbuat yang kurang terpuji. Bahkan ada pengunjung yang ditangkap petugas melakukan mesum di kamar ganti di lokasi wisata legendaris itu.

Menurutnya, perbuatan mesum di tempat wisata tersebut diyakini tidak hanya dilakukan sekali dua kali. Namun diprediksi lebih dari itu,  karena lemahnya pengawasan. Selain itu, disinyalir banyak pasangan remaja yang telah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pelanggaran norma kesusilaan.

“Info dari masyarakat bahwa tempat tersebut sering dijadikan ajang mesum, salah satu faktornya, karena kamar mandi di wisata itu antara laki-laki dan perempuan masih campur aduk,” katanya.

Huda berharap, pemerintah  melalui dinas terkait diharapkan secapatnya melakukan evaluasi, agar kejadian mesum di Bektiharjo yang terjadi pada beberapa hari lalu tidak terulang kembali.

“Perlu dilakukan evaluasi secepatnya, agar kejadian memalukan itu tak terulang kembali di tempat wisata itu,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Perekonomian, Pariwisata dan Kebudayaan Tuban, Sunaryo mengatakan, instansinya sudah berusaha semaksimal mungkin dalam hal pengawasan. Bahkan, meminta kerjasama dengan para penjual yang berada di lokasi pemandian agar ikut serta melakukan pengawasan.

Akan tetapi lanjut Sunaryo, terkait kejadian mesum pada hari yang lalu itu merupakan keteledoran petugas. Selanjutnya, tingkat keamanaan akan terus dibenahi agar kejadian tidak terulang kembali.

“Kalau penambahan personil petugas keamanaan wisata kami tidak punya wewenang, karena yang punya wewenang itu adalah kepala dinas perkonomian,” ujarnya melalui ponselnya. (kim)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.