Jamaah Jumat Hingga Kambing Terganggu Debu Gunung Kelud

kotatuban.com-Abu vulkanik gunung Kelud yang meletus abunya terasa di Tuban. Muntahan gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Kediri dan Blitar itu dirasakan di wilayah Kabupaten Tuban. Sejak pagi, warga sudah merasakan adanya hujan debu. Bahkan, debu itu semakin menebal, sehingga, mengganggu aktifitas warga, Jumat (14/2).

Hampir di semua wilayah di Kabupaten Tuban dilaporkan terjadi hujan debu. Hujan debu ini sangat mengganggu pengguna kendaraan. Selain, mengganggu pernafasan juga mengganggu penglihatan. Akibatnya, banyak warga yang memilih berdiam diri di dalam rumah, sehingga, menggurangi aktifitas di luar, seperti berkendaraan.

Warga yag tengah menunjukkan debu di motor mereka
Warga yag tengah menunjukkan debu di motor mereka

“Semua wilayah di Kabupaten Tuban melaporkan adanya hujan debu,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Tuban, Joko Ludiono.

Bukan hanya pengguna jalan saja yang terganggu debu semburan gunung Kelud itu, warga yang tengah melakukan salat Jumat juga terkena debu, utamanya yang salat di serambi masjid.

“Baju, sarung dan songkok saya terkena debu, apalagi, saat ada angin, jadinya tidak bisa khusuk,” jelas Basuki, warga Tegalrejo, Merakurak usai salat Jumat di masjid desa itu.

Debu juga tampak jelas menempel di dedaunan, atap rumah maupun perkasan yang ada di luar rumah. Kendaraan yang diparkir di luar akan terkene debu. Bahkan, sepeda motor saat akan digunakan harus dibersihakan lebih dahulu. “Ini saya sudah lima kali ini membersihkan motor. Pkoknya kalau diparkir di luar setiap mau digunakan harus dibersihkan lebih dahulu,” terang Ahmad Abul Hadi, warga Pucangan, Kecamamatan Montong.

Bencana debu juga dirasakan para petani yang memiliki kambing. Dedaunan maupun rumpat yang baru saja diambil ternyata ternak mereka tidak mau memakannya seperti biasa. Daun maupun rumput itu baru dimakan setelah debu yang menempel dicuci lebih dahulu.

“Kalau tidak dicuci tidak mau makan, ya terpaksa mas, semoga hujan debu hanya hari ini saja, kalau sampai berhari-hari bisa payah nanti,” jelas Edy warga Palang yang memiliki lima ekor kambing Etawa. (kim)

 

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.