Jl Kartini dan KH Mustain Mulai Macet

kotatuban.com– Jalan Kartini dan KH Mustain, sekitar Alun-Alun Tuban mulai macet. Kemacetan itu dipicu banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar daganganya saat haul Sunan Bonang yang akan dilaksanakan Kamis (20/11).

Mulaim macet
Mulaim macet

Kemacetan panjang dirasakan di Jl KH Mustain. Banyaknya pengguna jalan, baik itu peziarah maupun pengunjung haoul yang berbaur dengan pengguna jalan lainnya menimbulkan kemacetan dan antrean panjang kendaraan roda dua. Bahkan, tak jarang kendaraan roda empat juga ikut-ikutan ‘berdesakan’ jalan menuju Alun-Alun pusat kegiatan haul Sunan Bonang digelar.

Sayangnya, tidak ada satu pun petugas yang mengatur lalu lintas di jalan tersebut. Sehingga, pengguna motor, becak maupun pejalan kaki berebut untuk mendahului dan tidak ada yang mau mengalah.

“Semua kepingin jaland an cepet sampai ya malah macet. Petugas juga belum ada yang mengatur lalulintas,” terang sejumlah pengguna jalan KH Mustain.

Membludaknya PKL di Jl Kartini ke selatan maupun KH Mustain, karena di dalam Alun-Alun sudah dipenuhi PKL yang mengikuti pameran pada peringatan Hari Jadi Tuban (HJT) ke 721 sejak seminggu llau. Akibatnya, PKL yang datang dari sejumlah daerah seperti Blora, Pati, Semarang, Lamongan dan sejumlah daerah lain tidak kebagian tempat.

“Biasanya kami menggelar dagangan di dalam Alun-Alun kalau haul, tapi, sekarang sudah tidak kebagian tempat, sehingga menggelar dagangan di Jl Kartini,” terang Nurrahmah, PKL dari Pati.

Sementara itu Kabag Kesra Pemkab Tuban, Amnan, menjelaskan, tidak semua PKL diperbolehkan untuk menggelar dagangannya dekat dengan Alun-Alun Tuban. Pihaknya, ingin pengunjung haul bisa mengikuti pengajian saat haul. Bahkan, PKL yang datang dari luar daerah hanya diberikan batas waktu menggelar dagangannya pada Kamis, (20/11).

“Jumat (21/11) PKL yang datang saat haul harus sudah bersih. Di Alun-Alun hanya untuk PKL yang mengikuti pameran HJT saja,” terang Amnan yang bertanggungjawab penataan Alun-Alun untuk PKL. (ros)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.