Kios Solar Diduga Ilegal Ludes Terbakar

kotatuban.com– Kios solar diduga ilegal ludes terbakar. Terbakarnya kios solar di pinggir jalur Pantura Tuban, jalan Tuban-Semarang KM 51, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban diduga karena konseleting listrik, Selasa (14/3).

Akibat kejadian tersebut, Tamsir (60), penjual sekaligus penjaga kios mengalami luka bakar pada bagian tubuhnya. Selain itu ratusan liter solar yang diduga merupakan hasil penyulingan dari minyak mentah sumur tua ludes terbakar bersama bangunannya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran terjadi saat Tamsir melakukan pengisian solar ke dalam kendaraan truk yang melakukan pembelian. Setelah kendaraan truk itu pergi dari kios solar dengan nama Berkah 67 itu tiba-tiba muncul percian api dan langsung menyulut bahan bakar tersebut.

“Saya lihat tadi itu habis ada kendaraan ngisi, setelah kendaraan pergi  langsung ada api. Apinya cepat sekali membesar,” ujar Kastum, salah satu warga yang tinggal sekitar lokasi kios.

Menurutnya, ketika api dengan cepat membakar kios penjualan solar itu dia langsung berteriak minta tolong. Sedangkan, pada saat kebakaran Tamsir masih berada di dalam kios dan terlihat mondar-mandir keluar masuk kios untuk menyelamatkan barang-barangnya.

“Yang jaga itu sempat mengambil baju-bajunya di dalam. Jadi dia terbakar pada bagian tangannya dan bagian dada,” sambungnya saat berada di lokasi kejadian.

Banyaknya solar yang berada di dalam kios membuat api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan kios yang terbuat dari tembok itu. Sedangkan warga yang berada di lokasi membawa penjaga kios solar itu ke Puskesmas Bancar untuk mendapatkan perawatan medis.

“Tadi ya kaget, waktu mau masak ada yang jerit itu. Saya keluar dan apinya sudah gede,” lanjut Sulis, pemilik warung didekat lokasi kebakaran.

Informasi lain menyebutkan, pihak kepolisian setempat masih mengindentevikasi untuk mencari penyebab terbakarnya kios tersebut. Selain itu juga melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait informasi adanya solar ilegal. (yit)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.