Lima Puluh Guru SMP Disiapkan Dampingi Siswa Inklusi

Pelatihan guru calon pendamping siswa inklusi
Pelatihan guru calon pendamping siswa inklusi

kotatuban.com-Sebanyak 50 guru perwakilan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kabupaten Tuban, mengikuti bimbingaan dan pelatihan peningkatan provesionalisme guru. Pelatihan ini sebagai persiapan pendampingan siswa berkebutuhan khusus (inklusi).

Pelatihan itu dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebonsari 2 selama tiga hari. Pemateri dan pembimbing pelatihan itu didatangkan dari Surabaya.

“Setelah pelaksanaan pelatihan tersebut para guru akan menjalankan tugas mereka sebagai pendamping siswa inklusi, ” ujar Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pendidikan SMP/SMA/SMK, Dinas Pendidika pemuda dan Olahraga Kabupaten Tuban, Heni Indriana, Jumat (12/10).

Dijelaskan, tahun ajaran 2015 ini sebanyak 20 SMP telah disiapkan untuk menerima siswa inklusi. Sehingga, Diknaas menyiapkan tenaga pembimbing yang akan membantu siswa dengan kebutuhan khusus tersebut.

Setelah pelatihan tersebut, sekolah harus dapat menerima dan mengelola siswa inklusi. Sebab, di beberapa sekolah itu sebenarnya terdapat siswa yang harusnya digolongkan dalam siswa inklusi. Namun, selama ini belum ada guru pendampingnya. Sehingga, perlakuan siswa inklusi disamakan dengan siswa normal lainnya.

“Itu yang nanti akan membuat siswa tersebut tertinggal meteri pelajaran. Jika tidak segera ditangani, anak ini bisa tertinggal di kelas. Selainn itu, juga akan berdampak buruk bagi siswa yang bersangkutan,” terang Heni.

Kemudian, lanjut Heni, setelah pelatihan tersebut, guru juga diharapkan mampu mendeteksi siswa mereka, apakah perlu bimbingan secara khusus atau tidak.

Sementara itu, salah seorang guru dari SMP N 1 Palang, Mastuhah yang menjadi peserta pelatihan pendampingan siswa inklusi mengatakan, ada bayak hal yang dapat dijadikan pedoman dari pelatihan tersebut, untuk mengetahui siswa tergolong inklusi atau tidak, serta bagaimana penanganananya.

“Ini termasuk hal baru yang cukup penting. Kadang para guru belum mengetahui apakah siswa dalam satu kelas itu ada yang membutuhkan bimbingan khusus atau tidak,” kata Mastuhah. (kim)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.