Manfaatkan Sumur Bor untuk Irigasi Pertanian

Saat kemarau petani tetap tanam padi
Saat kemarau petani tetap tanam padi

kotatuban.com-Musim kemarau tidak  menjadi penghalang bagi  sejumlah petani padi di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Tuban, untuk terus bercocok tanam. Meski sebagia besar lahan persawahan pada musim kemarau seperti sekarang  ini hanya ditanami tanaman palawija atau bahkan dibiarkan bero (tidak ditanami).

Petani dapat  terus bercocok tanam dengan memanfaatkan sistem pengairan teknis, yakni membuat sumur bor di sawah mereka. Sehingga dapat dimanfaatkan  untuk bertanam dan mengairi sawah mereka sepanjang tahun.

“Ya gak papa mas, di sini kurang bagus kalau ditanami jagung makanya tanam padi saja, air jaga mudah,” ujar Siti Mukayatun  (40) salah seorang petani, saat ditanya alasan menanam padi di musim kemarau.

Dia menjelaskan, musim panas seperti saat ini justru paling baik untuk menanam padi di kawasan persawahan Desa Kapu. Sebab daerah persawahan di desa tersebut tergolong rendah, sehingga sangat sulit ditanami padi saat musim penghujan karena menjadi langganan banjir.

”Kalau musim hujan malah sulit mas, bagus kalau kemarau, air bisa diatur sendiri, kalau musim hujan biasanya kebanjiran,” jels Siti.

Dia mengatakan, menanam padi di musim kemarau memang membutuhkan biaya lebih mahal. Tapi, masih menguntungkan dengan hasil yang didapatkan oleh para petani. “Mahalnya ya buat beli solar mas untuk mompa air, tapi ya seimbang dengan halsilnya. Dari pada musim hujan air banyak tapi kalau banjir padinya gak bagus atau bisa gagal panen,” katanya.

Tidak hanya Siti, puluhan bahkan ratusan petak sawah di Desa Kapu juga nampak ditanami padi, dengn mesin pompa dibeberapa titik yang sedang bekerja mengairi sawah milik petani. (kim)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.