Nelayan Jenu Hilang Saat Melaut

Tim BPBD Tuban saat menemui keluarga korban

kotatuban.com – Nelayan tradisional pencari Rajungan, Rokim (31), asal Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dinyatakan hilang ketika perahu yang digunakannya dihantam ombak. Insiden memilukan tersebut terjadi pada Sabtu, (13/08) lalu pada jarak 27 mil dari bibir pantai.

“Kami baru mengetahuinya setelah ada laporan masuk hari ini dari salah satu tokoh masyarakat terkait adanya nelayan hilang,” kata anggota Babin Kamtibmas Socorejo, Aiptu Imam Sarno, Senin (15/08).

Keterangan dari tokoh masyatakat, Arif Lukman Hakim (35), ada dua nelayan Socorejo qyang perahunya dihantam ombak. Nelayan Socorejo tersebut bernama Naim (33), dan Rokim (31), keduanya berangkat melaut sekira pukul 23:00 WIB menggunakan perahu motor Jenis lolope  ukuran panjan 6 meter, dan lebar 1,5 meter.

“Informasinya keduanya ingin mengecek perangkap rajungan yg di pasang di mil 27,” imbuhnya.

Tetapi kondisi laut saat itu kurang bersahabat, dan sebuah gelombang besar menghantam perahunya hingga tenggelam. Beruntung keduanya memiliki sedikit keahlian berenang Naim berhasil memegang ember plastik, sedangkan Rokim meraih gendung atau tempat hasil rajungan.

Beruntung keesokan harinya Naim berhasil diketemukan oleh nelayan Kecamatan Tambak Boyo, Abdul Zaeini di perairan setempat pada pukul 06:00 WIB. Tetapi untuk Rokim hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Pasca dibawa ke pantai, Naim langsung dirawat di puskesmas terdekat,” tambahnya.

Sementara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, sesuai informasi dari Polsek Jenu sore ini langsung menerjunkan tim untuk melakukan identifikasi lebih lanjut.

“Tim langsung mempersiapkan alat yang dibutuhkan untuk memperhitungkan arah angin serta meminta keterangan dari nelayan,” sambungnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca dan tinggi gelombang saat ini, dimungkinkan masih terjadi anomali cuaca dan gelombang tinggi. BPBD sedang  menunggu hasil pantauan personil di perairan Tuban wilayah Jenu.

“Apabila ada informasi lebih lanjut akan kita sampaikan ke rekan media,” pungkasnya. (yit)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.