Oknum Pegawai BPN Diduga Pungli Pemohon Sertifikat Tanah

kotatuban.com – Nanang Saputro, warga Desa Temayang, Kecamatan Kerek mengeluhkan ulah oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tuban. Pasalnya, oknum pegawai tersebut diduga melakukan pungli blangko atau berkas pendaftaran sertifikat tanah.

Nanang menceritakan, diawal bulan Agustus lalu, dia mendatangi kantor BPN untuk menanyakan syarat pemecahan sertifikat tanah di Kantor BPN Tuban. Oleh petugas BPN, Nanang disuruh membeli blangko di koperasi BPN dengan petugas berinisial JM. Jumlah blangko itu satu berkas berisi sebanyak 8 lembar kertas. Sementara Nanang membelinya sabanyak 2 paket dengan jumlah 16 lembar.

”Satu paket delapan lembar berkas, karena pemecahan sertifikat saya membeli dua paket sebanyak enam belas lembar, itu saya disuruh membayar senilai Rp. 750 ribu dan ditambah biaya pengetikan senilai Rp 50 ribu. Nominal itu saya bayar tetapi tidak ada kwitansi atau bukti pembayaran,” ujar Nanang.

Berkas yang dibeli Nanang, selanjutnya dibawa pulang untuk diisi. Di pertengahan Bulan Agustus, berkas pemecahan sertifikat tanah miliknya kemudian didaftarkan ke bagian pendaftaran Kantor BPN Tuban. Saat mendaftar pemecahan sertifikat, Nanang kembali disuruh membayar administrasi senilai Rp 403.000 dan disertai kwitansi.

Setelah mendaftarkan berkasnya, jarak lima hari, Nanang ditelepon petugas ukur tanah dari BPN bernama Iwan. 

”Melalui telefon itu saya dikabari bahwa pengukuran bidang tanah milik saya akan dilakukan setelah lebaran Idul Adha, yakni Bulan September. Yang mau saya tanyakan apa benar untuk membuat sertifikat tanah semahal itu,” lanjutnya.

Sementara itu Kasi Pendaftaran Sertifikat Tanah BPN Kabupaten Tuban, Lalu Riyanta, menjelaskan, sarat untuk pendaftaran pemecahan sertifikat tanah memang pihak pemohon harus membeli blangko. Namun, harga blangko hanya berkisar antara Rp 10 atau15 ribu. Kalau semahal itu pihaknya tidak membenarkan.

”Memang blangko dijual, coba ditanyakan sendiri harga blangko itu berapa. Kalau sebesar itu tidak benar,” pungkasnya. (duc)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.