Pemandian Beti Harjo Kumuh, Pengunjung Mengaku Kecewa

Kumuh pemandian Bektiharjo
Kumuh pemandian Bektiharjo

kotatuban.com-Kondisi pemandian Bektihrjo, yang berada di Kecamatan Semanding, kurang dapat perhatian. Padahal wisata alam tersebut merupakan satu dari beberapa lokasi wisata di Kabupaten Tuban yang cukup berpotensi sebagai daya tarik wisatawan baik dari dalam maupu dari luar daerah Tuban.

Pantauan kotatuban.com di lapangan, sejumlah fasilitas yang dibangun dilokasi tersebut tidak terawat. Bahkan papan luncur yang belum lama ini dipasang untuk menambah daya tarik di sendang pemandian sudah rusak.

Wahyu, salah seorang pengunjung di Bektiharjo mengatakan, air yang ada di pemandian Bektiharjo sangat jernih, sayang banyak sampah di dasar sendang. Bukan sampah daun yang jatuh dari atas karena memang banyak pohon di lokasi itu, namun sampah plastik, berupa bungkus sampo mupun sabun yang dibiarkan.

“Memang itu pasti ulah pengunjung, semestinya pengelola wisata yang harus membersihkan. Sayang sekali airnya jernih dasarnya warna warni sampah plastik,”  kata Wahyu dengan nada kecewa.

Dikatakan Wahyu, tidak hanya sampah yang mebuat dia sebagai pengunjung kurang begitu nyaman, namun sejumlah fasilitas yang rusak dan dibiarkan juga mengurangi pemandangan di lokasi itu.

“Selain sqmpah, fasilitas yang rusak kok dibiarkan saja ya  mas, padahal setahu saya ini masih baru, kalau yang itu (yang lama) memang sudah tidak dipakai,”  terang Wahyu sambil menunjuk fasilitas yang rusak.

Sangat disayangkan, selain minimnya kesadaran pengunjung yang membuang sampah sembarangan di dalam sendang. Pengelola sepertinya tidak memperhatikan adanya sampah di dalam sendang yang cukup menganggu itu.

“Kalau menurut saya, harus ditambah tempat sampah, selain itu juga adanya tulisan larangan membuag sampah sembarangan. Kalau perlu yang ketahuan membuang sampah di sendang didenda saja,” imbuhnya. (kim)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.