Pemilik Lahan di KIT Pasang Patok

pp 036kotatuban.com – Sejumlah warga asal Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, memasang patok atau papan penguasaan lahan disalah satu lokasi area yang akan dipergunakan sebagai Kawasan Industri Tuban (KIT).

Dalam aksinya, para petani desa setempat dibantu oleh belasan kader dari Pemuda Pancasila (PP) Tuban. Pada papan yang dipasang warga bersama kader PP tersebut bertuliskan bahwa, lahan yang akan digunakan sebagai lahahan KIT tersebut, sekarang dikuasakan ke Musyawarah Pimpinan Cabang (MPC) PP Tuban.

Lasmijan (60) salah satu warga Desa Socorejo saat dikonfirmasi mengatakan, kalau tanah yang akan dipakai area KIT ini merupakan lahan miliknya dan warga lain. Tanah tersebut dia jual pada PT Kawasan Industri Gresik (KIG), untuk dibuat KIT sekitar delapan tahun yang lalu.

”Tanah ini sudah saya jual sekitar delapan tahun yang lalu, dengan harga sekitar 350 per meter,” kata Lasmijan di lokasi, Senin (02/02).

Menurutnya, dalam rentang waktu delapan tahun tersebut belum sepeserpun PT KIG memberikan uang kepada dia selaku pemilik tanah. Selain itu, juga belum ada kejelasan kapan uang pembayaran tanah akan diberikan. ”Luasnya lahan ini sekitar 10.124 meter persegi. Dan kalau tidak dibayar tanah ini ya akan saya minta kembali,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua MPC PP Tuban, Muhammad Setiawan, mengatakan kalau permasalahan ini sudah berlarut-larut. Sehingga pihak keluarga pemilik tanah meminta bantuan kepada Pemuda Pancasila.

”Persoalan ini sudah terlalu lama sekitar delapan tahun lalu, sehingga pak Lasmijan ini mengadu ke Pemuda Pancasila untuk minta bantuan untuk menyelesaikan persoalan tanah tersebut,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan PP sudah beberapa kali melakukan mediasi dengan PT KIG. Usai mediasi perusahaan terus berjanji akan memberikan kabar terkait tuntutan pembayaran lahan tersebut. ”Tetapi sampai sekarang kita belum mendapatkan kabar dari management PT KIG,” pungkasnya. (duc)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.