Petani Sepanjang DAS Bengawan Solo Kesulitan Air Irigasi

Kerontang. Kondisi sungai Bengawan Solo saat ini.
Kerontang. Kondisi sungai Bengawan Solo saat ini.

kotatuban.com– Memasuki musim tanam III, petani penggarap lahan persawahan yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo mulai mengeluhkan sulitnya air untuk keperluan irigasi pertanian mereka.

Kesulitan air tersebut menyusul susutnya debit air sungai Bengawan Solo yang selama ini menjadi andalan para petani. Kini, debit air sungai terpanjang di Jawa tersebut terus menyusut dan nyaris habis di beberapa titik.

 

Akibatnya, petani yang selama ini tergantung pada air sungai Bengawan Solo terancam tidak bisa menggarap lahan mereka, tragisnya mereka yang terlanjur bercocok tanam terancam gagal panen.
“Ini masalah lagi, mau turun bertanam tapi air bengawan kering,” kata Agus (29), salah satu warga  dari Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Senin (27/10).

Informasi yang dihimpun, para petani di kecamatan plumpang yang lahannya terletak di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo mengalami kekeringan. Seperti yang terjadi di Desa Klotok, Desa Kedungsoko, Desa Plandirejo, dan juga Desa Bandungrejo.

“Air yang ada di Bengawan Solo tidak bisa disedot, padahal petani selama ini mengandalkan air bengawan ini untuk irigasi persawahan,” terang Agus.

Untuk di ketahui, sebagian besar petani di sepanjang DAS Bengawan Solo Kecamatan Plumpang, Rengel, Soko, dan Widang, mayoritas memanfaatkan air sungai untuk irigaasi lahan pertanian mereka. Namun, minimnya curah hujan dalam beberapa bulan terahir, membuat petani enggan untuk memulai kegiatan bercocok tanam.

Semestinya bulan ini mereka sudah mulai membuat benih (persemaian padi), usai panen pada akhir September 2014 lalu. “Sekarang sawah ini seperti lapangan sepak bola,” kata Irwandi, petani lain warga Plumpang.

Para petani mengaku heran, sangat jarang terjadi air Bengawan Solo bisa kering kerontang seperti saat ini. Sebelumnya meski kemarau, ketersediaan air masih cukup melimpah bagi petani sekitar. (kim)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.