Polisi dan Damkar BPBD Dilarang Masuk ke Lokasi Kebakaran

kotatuban.com – Tim pemadam kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencama Daerah (BPBD) dan anggota Polsek Jenu dihadang Satpam TPPI saat hendak masuk ke lokasi kebakaran, Alasannya, api sudah bisa dipadamkan oleh Damkar internal perusahaan.

“Tim Damkar BPBD sebetulnya sudah sampai di TPPI. Sayang, oleh pihak Satpam perusahaan tidak boleh masuk. Akhirnya tim kembali dengan tangan hampa,” ujar Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono.

Hal senada juga disampaikan Kapolsek Jenu, AKP Elis Suendayati. Sejumlah anggota Polsek yang akan masuk ke TKP tidak diperkenankan oleh pihak keamanan perusahaan.

Menurut  General Administrasi dan Publik Relations Manager PT TPPI, Suteja, tim Damkar BPBD ditolak karena api sudah bisa dipadamkan pihak internal. Api bisa dipadmkan dalam 10 menit. Selain itu, saat polisi dan tim damkar datang masih dalam proses evakuasi. Sehingga, karyawan yang ada di dalam tidak boleh keluar dari pabrik. Begitu juga yang ada di luar tidak boleh masuk.

“Setelah semua selesai polisi langsung diperbolehkan masuk,” jelas Sutejo

Ditambahkan, kebakaran di area kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban disebabkan saat pekerja sedang memperbaiki   keluar gas hidrokorban di lokasi kejadian hingga mengakibatkan kebakaran, dan menimbulkan tiga korban yang mengalami luka bakar, Jum’at, (8/12).

“Uap hidrokarbon merambat begitu cepat ke genset terdekat, dan mengakibatkan kebakaran,” ungkap Sutejo.

Sebelum terjadi kebakaran ada petugas yang sedang bekerja di daerah pompa. Pekerjaan mendekati selesai, dan kover dibuka sampai muncul semburan uap hidrokarbon yang mengakibatkan kebekaran.

Pemberitaan sebelumnya, tiga korban itu diketahui bernama Gunadi (45) dan Bajuri (35) yang merupakan warga Kecamatan Jenu – Tuban. Sedangkan, satu korban lainnya bernama Agus Suyanto (27) warga Tasikharjo, Kecamatan Jenu.

Ketiga korban saat ini masih berada di rumah sakit umum daerah Tuban untuk mendapatkan perawatan medis. Serta keluarga dan kerabat korban sudah berada di rumah sakit untuk mengetahui kondisi korban. (ros)

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban