Tak Layak Konsumsi, Raskin Dipakai Untuk Pakan Ayam

Salah satu warga yang terima beras miskin
Salah satu warga yang terima beras miskin

kotatuban.com – Beras untuk warga miskin (Raskin) yang kondisinya sangat jelek langsung dijual ke toko dan sebagian untuk pakan ayam. Masyarakat khawatir jika beras itu dikonsumsi bakal menimbulkan efek yang kurang baik. Bahkan, yang biasanya raskin itu untuk membantu warga yang hajat (buwuh) kali ini warga tidak tega.

“Berasnya kali ini sangat jelek, selain warnanya sudah kuning, juga bercampur kotoran dan baunya sangat menyengat. Kami tidak tega untuk buwuh (jawa-red). Ya jadinya dijual dan sebagian untuk pakan ayam,” terang sejumlah warga Jadi, Kecamatan Semanding yang menerima Raskin periode ini.

Bahkan, sejumlah warga mengaku setiap menerima Raskin tidak pernah dikonsumsi. Paling hanya untuk buwuh saja atau malah dijual ke toko yang sudah terbiasa membeli Raskin dari warga.

”Kalau saya menerima Raskin sangat jarang saya makan, soalnya beras Raskin itu sering jelek. Bahkan, terkadang sudah ada hewannya gitu. Ya, lebih baik kita jual lagi saja ke toko, jika tidak kita jual ya kita tukarkan dengan beras yang lebih bagus,” ungkapnya.

Menurutnya, Raskin tersebut dia peroleh dari desa, dan harus menebus seharga Rp 1.600 per kilogramnya. Sedangkan, jika dia jual kembali di toko bisa dibeli dengan harga Rp 5.000 – Rp 6.000 per kilogramnya.

Sementara itu, salah satu pemilik toko di wilayah Kecamatan Merakurak, membenarkan adanya praktek jual beli beras murah dari pemerintah tersebut. Biasanya, beras tersebut ditampung terlebih dahulu, dan jika sudah banyak akan dijual kembali kepada pengepul beras.

”Beras Raskin dari masyarakat tersebut akan kita jual kembali kepada pengepul yang lebih besar lagi. Biasanya per kilogram beras kita mengambil untung kisaran Rp 500 – Rp1.000 per kilogramnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Bojonegoro, Effdal FS, mengaku akan kembali memeriksa jatah Beras Miskin (Raskin) yang diterimakan kepada masyarakat bulan ini yang dianggap warga terlalu jelek.

Sebetulnya, lanjut Effdal, masyarakat yang menerima Raskin dalam kondisi tidak layak konsumsi untuk segera mengembalikan dan meminta ganti beras yang layak ke petugas di lapangan. “Kalau memang beras itu jelek sebaiknya dikembalikan dan nanti akan ditukar yang lebih baik,” terangnya. (duc)

 

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.