Satpol PP Waspadai Eksodus PSK Dolly ke Tuban

Kasatpol PP Tuban, Heri Muharwanto
Kasatpol PP Tuban, Heri Muharwanto

kotatuban.com-Mengantisipasi eksodus ( berpindah) Penjaja Seks Komersial (PSK) asal lokalisasi Dolly, Kota Surabaya yang di tutup oleh pemerintah setempat, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, akan memperketat pengawasan daerah atau kawasan yang ditengarai rawan perpindahan PSK asal kota pahlawan itu.

“Kami akan mengantisipasi hal itu, salah satunya dengan meningkatkan pengawasan, terhadap titik-titik rawan di Kabupaten Tuban,” ujar Kasat Pol PP Pemkab Tuban, Heri Muharwanto, Rabu (18/7).

Heri mengatakan, antisipasi itu sudah dilakukan oleh Satpol PP sejak beberapa minggu sebelum penutupan lokalisasi yang dikabarkan terbesar di Asia Tenggara tersebut. Petugas Satpol PP terus melakukan razia ke sejumlah titik rawan di Tuban.

“Kalau razia sudah kami lakukan beberapa minggu lalu. Dan setelah penutupan Dolly yang informasiya hari ini dilakukan pemerintah Surabaya, tentu kami akan meningkatkan pengawasan dan menambah intensitas patroli di kawasan yang ditengarai menjadi mangkalnya PSK, ” kata Heri.

Dia mengaku, sejak tiga minggu terahir, pihaknya telah melakukan sedikitnya tiga kali razia, dan mengamankan 14 PSK yang ditengarai orang baru dari kawasan Dolly Surabaya. Sebagian PSK yang ditangkap langsung dipulangkan ke kampung halamanya, sementara lainya diserahkan ke Dinas Solial.

“Kami sudah melakukan antisipasi itu sejak rencana penutuan Dolly, dan hasilnya memang ada beberapa yang merupakan orang baru, kita duga itu dari Dolly,” papar Heri.

Diakui Heri, ada beberapa lokasi di Tuban yang dianggap paling rawan eksodus para PSK yang sebelumnya ada dikawasan Dolly, yakni sepanjang Jalur Pantura Tuban, Gandul, kawasan Dasin dan Cargo. Selain itu juga di daerah Kecamatan Parengan, kawasan Selogabus, yang berjarak kurng dari dua kilo dari kawasan hitam Kalisari Bojonegoro.

“Selain pantura, lokasi lain yang kita awasi dan pantau adalah daerah Selogabus, ini kadang malah menjadi jujugan PSK yang lari dari kawasan hitam Kalisari,” katanya.

Ditambahkan Heri, selain melakukan patroli rutin, Satpol PP juga menyiapkan petugas yang bersiaga di kantor Satpol PP 24 jam, yang sewaktu-waktu akan langsung terjun ke lapangan jika ada panggilan atau laporan keberadaan aktifitas mencurigakan (prostitusi/PSK).

“Kami tentu tidak sendiri, karena akan kami libatkan juga perangkat desa setempat, dan tokoh masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan daerah yang kami tengarai sebagai lokasi tujuan eksodus mereka (PSK),” imbuh Heri. (kim)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.