SI Kembali Raih Penghargaan Green Industry

Plt Dirut PT Semen Gresik, Sunardi Prionomurti (berkacamata) saat menerima penghargaan
Plt Dirut PT Semen Gresik, Sunardi Prionomurti (berkacamata) saat menerima penghargaan

kotatuban.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dalam mengoperasikan pabrik semen yang peduli terhadap lingkungan kembali mendapat apresiasi dari Kementerian Perindustrian RI. Perseroan menerima penghargaan untuk keempat kalinya pada bidang industri sebagai Green Industry. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perindustrian M.S Hidayat kepada Plt Direktur Utama Semen Gresik Sunardi Prionomurti di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (17/10).

”Ini merupakan ke 4 kalinya kami mendapatkan penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian sejak tahun 2011, penghargaan ini merupakan motivasi bagi kami untuk terus melakukan terobosan dalam mengelola pabrik semen yang berwawasan lingkungan. Kami menyadari bahwa alam sangat penting untuk menjaga keseimbangan. Oleh karena itu berbagai macam Inovasi terus kami lakukan untuk mencapai kinerja lingkungan yang optimal,” terang, Sunardi Prionomurti.

Menurutnya, kinerja Perseroan yang membuahkan penghargaan tersebut antara lain efisiensi dan konservasi energi, pengelolaaan limbah B3 dan non B3, konservasi air dan menumbuh kembangkan keanekaragaman hayati.  Efisiensi energi dilakukan dengan memanfaatkan biomass sebagai bahan bakar alternatif pada proses pembakaran awal serta memanfaatkan gas buang untuk pengeringan bahan baku pembuatan semen.

”Kami berupaya meminimailisir pembuangan gas dan memakainya kembali (recycle) dalam proses pengeringan sehingga dapat menghemat pemakaian batu bara pada proses ini,” tandasnya.

Lebih lanjut, Sunardi mengatakan, Perseroan juga melakukan pengelolaan limbah B3 dan Non B3 dengan mengedepankan prinsip 3R (Reuse, Reduce & Recycle) dengan upaya Co-processing yang dilakukan untuk pemanfaatkan limbah  tersebut (baik internal maupun external) ke dalam proses produksi semen secara terkendali dan aman bagi lingkungan.

”Selain menjadi solusi pengelolaan limbah hal ini juga berkontribusi pada efisiensi pemakaiaan bahan baku yang tidak terbarukan. Implementasi penggunaan limbah bahan baku rata– rata sebesar 10.000 ton/bulan,” pungkasnya. (duc)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.