Sopir Ngantuk, Nyawa Melayang

Truk ringsek akibat kecelakaan
Truk ringsek akibat kecelakaan

kotatuban.com – Kecelakaan maut yang mengakibatkan korban jiwa kembali terjadi di jalur Pantura Tuban tepatnya di Jalan Tuban-Semarang KM 17, kawasan hutan Jati Peteng, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Selasa (11/11).

Kecelakaan yang melibatkan kendaraan truk tronton pengangkut semen dengan truk tronton bok yang bermuatan bumbu masak kemasan tersebut satu korban tewas di lokasi kejadian. Korban tewas merupakan pengemudi truk tronton bok bermuatan bumbu dapur, dengan kondisi mengenaskan setelah terjepit selama sekitar dua jam lebih.

Dari informasi yang diperoleh kotatuban.com di lapangan, kejadian kecelakaan maut itu berawal saat truk tronton bok bermuatan bumbu dapur nopol B 9568 TA yang dikemudikan Muklisin berjalan dari arah Tuban menuju Semarang dengan kecepatan tinggi. Saat sampai di hutan Jati Peteng yang kondisi jalannya sepi tersebut, tiba-tiban truk bermuatan bumbu masak tersebut berjalan dengan posisi di jalur berlawanan. Sedangkan, dari arah berlawanan melaju kendaraan truk pengangkut Semen nopol L 8104 UJ yang dikemudikan Joko Rahwono (28), asal Kabupetan Jombang.

”Mungkin sopirnya sedang ngantuk. Tadi saya lihat kendaraannya jalan semakin ke kanan terus, saya klakson malah semakin cepat, lalu kendaraan yang saya kemudikan saya banting kiri, tapi truk dari arah Tuban itu tetap menabrak kendaraan saya,” terang Joko, pengemudi truk pengangkut semen yang terlibat dalam kecelakaan itu.

Menurutnya, meski telah menabrak bak truk pengangkut semen, kendaraan itu masih terus jalan dan akhirnya masuk di tegalan. Akibat benturan yang sangat keras menabrak bagian kanan truk semen itu mengakibatkan Muklisin terjepit dalam kabin kendaraannya.

”Tadi kondisinya masih sepi sekali, tidak ada orang sama sekali. Waktu saya lihat korban dan akan saya tolong sudah meninggal karena terjepit,” lanjut Joko, yang berhasil selamat dalam insiden tersebut.

Jenazah Muklisin yang merupakan pengemudi dari truk tronton pengangkut bumbu masak itu baru bisa dievakuasi selama kurang lebih sekitar dua jam. Korban kemudian dievakuasi dari TKP dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Tuban untuk menunggu keluarga korban. (duc)

 

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.