Surat Kepada Ayah, Juarai Lomba Menulis Cerita Rakyat

kotatuban.com – Cerita rakyat yang berjudul “Surat Kepada Ayah” yang ditulis oleh Ahamad Darus Salam, siswa MA Islamiyah, Kecamatan Senori menjadi juara pertama dalam lomba menulis cerita rakyat Tuban tahun 2013. Sedangkan, pemenang lomba menulis yang digelar salah satu portal wisata yang ada di Tuban bekerja sama dengan Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk tersebut diselenggarakan di gedung Budaya Loka, Senin (20/1).

Pemenang lomba menulis cerita rakyat
Pemenang lomba menulis cerita rakyat

Surat kepada ayah tersebut menceritakan curahan hati Sunan Kalijogo kepada sang ayah Adipati Wilwatikta, saat itu Raden Sahid nama asli Sunan Kalijogo telah memeluk agama islam terlebih dahulu. Namun, sang ayah Adipati Wilwatikta masih memeluk agama hindu. Dalam cerita tersebut menceritakan bahwa Radin Sahid waktu itu merupakan yang pertama masuk islam dalam keluarga tersebut. Selain itu, Raden Sahid keluar rumah ketika berpindah agama dari agama hindu ke agama islam. Dan surat kepada ayah ini merupakan curahan hati Raden Sahid kepada sang ayah ketika meninggalkan rumah.

Kepala Bidang Pariwisata dan Budaya Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Sunaryo dalam sambutannya mengungkapkan, sangat mengapresiasi keberanian siswa-siswi yang telah mengikuti lomba menulis cerita rakyat tersebut. Pasalnya, untuk menulis itu butuh suatu keberanian, apa lagi untuk menulis budaya yang ada dilingkungan sendiri. ”Sehingga, keberanian siswa-siswi untuk menulis itu perlu ditumbuh kembangkan dalam kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini kecintaan dan keperdulian terutama kaum muda dengan seni dan budaya lokal sudah memudar. Sehingga, dengan perlombaan menulis cerita rakyat ini dapat menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat dengan seni dan budaya lokal. ”Kegiatan ini juga dapat menggali cerita-cerita atau legenda yang berkembang di masyarakat,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Panitia Kegiatan Lomba Menulis Cerita Rakyat, Subekti dalam sambutannya mengungkapkan, ada 129 siswa-siswi dari tingkat SMP dan SMA yang mengirimkan naskah cerita rakyat tersebut. Dari jumlah tersebut kemudian diambil 10 naskah sebagai juara. Sedangkan, lomba tersebut bertujuan untuk menggali budaya atau sejarah yang ada di Tuban. ”Ini juga untuk mendorong para siswa untuk mencintai kegitan tulis menulis,” pungkasnya. (duc)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.