Tanggul Jambon Jebol Lagi, Petani Semakin Resah

18 des tanggulkotatuban.com – Jebolnya tanggul Avur Jambon yang berada di wilayah perbatasan antara Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban dengan Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak semakin parah. Tanggul yang jebol sekitar dua minggu lalu, kini diperparah dengan jebolnya tanggul yang berada disebelahnya. Akibatnya, lahan pertanian di wilayah itu semakin terendam air. Jebolnya tanggul ini juga semakin memperparah banir di wilayah Mandirejo, Kecamatan Merakurak.

“Mestinya pemerintah cepat tanggap, segera memperbaiki tanggul yang jebol beberapa waktu lalu. Sayang kini malah di titik lain jebol, sehingga tanaman padi semakin tergenang air,” terang Kuncoko warga Tegalrejo.

Dengan jebolnya tanggul Jambon yang dibangun belum genap setahun tersebut membuat areal persawahan milik beberapa petani rusak parah. Rusaknya, tanaman tersebut yang diakibatkan terjangan air dari aliran sungai Jambon.

”Tanggul Jambon jebol lagi tambah parah, jebolnya berada disebelahnya yang jebol kemarin. Dan jebolnya tanggul ini kemarin malam (Rabu, 17/12). Sehingga, tanaman milik petani yang berada tak jauh dari tanggul rusak, karena diterjang air yang bercampur dengan material tanah,” terang, Karsono (52) salah satu petani yang ditemui kotatuban.com, Kamis (18/12).

Menurutnya, para petani yang memiliki sawah disekitar tanggul tersebut sudah berusaha untuk membendung tanggul tersebut dengan tanah dan pasir yang dimasukan kedalam karung. Namun, arus air sangat deras, sehingga usaha warga sia-sia.

”Kita sudah berusaha untuk membendung agar tanggul itu tidak jebol lagi dengan tanah dan pasir yang kita masukan kedalam karung. Tapi sia-sia saja karung-karung itu tetap diterjang bajir dan porak poranda,” ungkapnya.

Dia berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki tanggul tersebut. Sehingga, petani yang berada disekitar tanggul tersebut bisa bercocok tanam lagi. ”Jika tanggul tidak segera diperbaiki kita takut untuk tanam, karena kalau kita memaksa tanam takut kalau kena banjir lagi,” pungkasnya. (duc)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.