Tanggul Jebol Ancam Padi Siap Panen

kotatuban.com-Tanggul sungai Bongkol di Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban yang jebol beberapa waktu lalu hingga kini belum diperbaiki. Jebolnya tanggul itu dikhawatirkan mengancam tanaman padi di sekitar wilayah tersebut. Sebab, hujan deras masih terus turun dengan intensitas tinggi. Sehingga, banjir dimungkinkan terjadi dan menggenangi ratusan hektar tanaman padi milik warga Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Tuban yang siap panen.

Tanggul jebl dibiarkan menganga
Tanggul jebl dibiarkan menganga

Marjani (60) salah seorang  petani asal Desa Kapu mengaku kawatir jika hujan lebat turun. Pasalnya padi mliknya berada di sisi barat tanggul yang jebol. Meski jaraknya tidak begitu dekat, namun, saat debit air di sungai meningkat secara otomatis lahan padinya akan diterjang air dari tanggul sungai yang jebol.

“Agak jauh, tapi, kalau banjirnya besar airnya bisa sampai di sawah saya. Jarak sawah saya dengan sungai itu sekitar 200 meter,” terang Marjani.

Selain Marjani, akibat tanggul jebol yang hingga kini belum mendapat perbaikan juga membuat pemilik tiga petak sawah yang berada tepat di sisi tanggul tidak dapat mengarap sawah mereka. Sebab, saat banjir lalu juga membawa material berupa batu, tanah dan sampah yang menutup sawah para petani. Salah satunya adalah lahan milik Kasman warga Dusun Bongkol, Desa Sumurgung, Tuban.

Warga berharap, tanggul jebol sepanjang kurang lebih 15 meter tersebut segera diperbaiki agar petani sisi tanggul dapat bercocok tanam kembali. Selain itu agar padi siap panen di sekitar tanggul tidak terancam terjangan air saat banjir terjadi.

” Ya pengen di perbaiki mas, biar tidak mengancam padi di sini, ini mau panen kalau sampai banjir bisa rusak padinya,” sambung Selamet, warga Bongkol. (kim)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.