Tuban Masih Jadi Jalur ‘Maut’

kotatuban.com – Angka kecelakaan lalu lintas atau laka lantas di Kabupaten Tuban masih terbilang cukup tinggi. Data dari Polres Tuban pada semester pertama tahun 2018, ada 611 kejadian kecelakaan lalu lintas.

Angka laka lantas di semester pertama tahun 2018 ini ada 611 kejadian. Dengan rincian 108 orang meninggal dunia, 22 orang luka berat, dan 859 orang luka ringan.

Bahkan, jumlah angka kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di wilayah Kabupaten Tuban tersebut meningkat dibanding tahun 2017.

“Jumlah kejadian laka lantas pada periode 1 Januari sampai 30 Juni 2018 meningkat dibanding tahun lalu,” ungkap Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Eko Iskandar, Selasa (03/07).

Menurutnya, jumlah kecelakaan pada semester pertama atau enam bulan pertama tahun 2017 mencapai 601 kejadian. Dengan rincian 92 orang meninggal dunia, 16 orang luka berat, dan 917 orang mengalami luka ringan.

“Korban meningal dunia akibat kecelakaan di semester pertama ini juga mengalami peningkatan dibanding tahun lalu, dari 92 orang meninggal dan tahun ini mencapai 108 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas,” jelas Kasat Lantas Polres Tuban.

Rata-rata kecelakaan lalu lintas itu terjadi di jalur Pantura Tuban, khususnya di jalur tengkorak yakni berada di wilayah Kecamatan Jenu dan Widang. Pemicu kecelakaan itu lantaran pengendara kurang kosentrasi, human error, tak mematuhi aturan lalu lintas, dan beberapa pelanggaran lalu lintas lainnya.

Berbagai langkah sudah dilakukan anggota untuk menekan dan meminimalisir kasus laka lantas di Tuban. Mulai dari sosialisasi ke sekolah, kegiatan razia, memasang baleho tentang pentingnya menjaga keselamatan di jalan, dan beberapa kegiatan lainnya.

“Kita terus berupaya melakukan sosialisasi tertib berlalu lintas ke semua lapisan masyarakat, termasuk di kalangan pelajar untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Tuban ini,” beber mantan Kasat Lantas Polres Blitar.

Lebih lanjut, ia mengatakan kerugian materi akibat kecelakaan selama semester pertama di tahun ini mencapai Rp 1.886.900.000.

“Sedangkan kerugian materi di tahun 2017 mencapai Rp 2.213.300.000,” pungkasnya. (duc)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban