Warga Gaji Demo Kembali Lagi

Warga Gaji saat demo di DPRD Tuban
Warga Gaji saat demo di DPRD Tuban

kotatuban.com – Warga Gaji, Kecmatan Kerek kembali berunjukrasa ke kantor DPRD Tuban. Mereka masih terus mempersoalkan tanah mereka yang dijual oknum perangkat desa setempat ke PT Semen Indonesia.

Dengan membentangkan spanduk dan poster para petani pemilik tanah itu berorasi dan meminta wakil rakyat itu mampu mewakili aspirasi mereka. Dalam unjukrasa itu mereka juga membawa keranjang rumput untuk hadiah para wakil rkayat di DPRD Tuban.

“Hadiah ini untuk anggota dewan, lebih baik cari rumput saja meraka kalau tidak bisa membantu masalah kami,” ujar Abunasir, salah satu pengunjukrasa, Kamis (28/07).

Sempat terjadi ketegangan saat sejumlah pendemo yang akan masuk ke gedung dewan dihalangi patugas kepolisian yang sedang berjaga. Mereka medesak masuk lantaran tidak ada anggota dewan yang menemui mereka meski telah meminta untuk ditemui.

Menurut Abu Nasir, ada kesalahan dalam proses jual beli tanah warga Gaji untuk PT Semen Gresik. Pasalnya sejak dahulu tanah yang menjadi sumber penghidupan mereka itu tidak pernah dijual kepada pihak manapun termasuk PT Semen Gresik.

“Tanah itu tidak pernah kami jual sekali lagi kepada siapapun, kami menduga baik BPN atau perangkat desa yang melakukan proses jual beli ada permainan,” katanya.

Tdak hanya mendatangi gedung dewan, pengunjukrasa yang sebelumnya ke kantor PT Semen Grsik itu juga mendatangi kantor BPN yang tidak jauh dari gedung DPRD Tuban. Mereka berjalan kaki sambil berorasi menuju kantor itu untuk meminta kejelasan.

“Kami sebenarnya sudah bosan dan malu terus menerus seperti ini, tapi kami harus memperjuangkan hak kami, yang nanti akan kami turunkan untuk anak cucu kami,” terang Abu Nasir.

Sementara itu, setelah beberapa saat melakukan orasi menyampaikan tuntutan meraka agar tanah mereka dikembalikan. Di depan kantr BPN tidak mendapatkan respon dari pihak BPN, mereka kembali ke gedung dewan dan membubarkan diri. (kim)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.