Warga Rembang Desak Pemerintah Dukung Berdirinya Pabrik Semen

image

kotatuban.com – Sebagian warga Rembang mendesak pemerintah untuk melakukan investasi dan dukungan terhadap berdirinya pabrik Semen Indonesia di Rembang. Sehingga, dengan investasinya Pemkab pada perusahaan semen milik BUMN tersebut dapat meningkatkan PAD Kabupaten Rembang.

”Kami melihat dukungan pemerintah belum tampak jelas. Pemda sebenarnya butuh investasi dalam membangun Rembang, tapi dalam masalah ini kami belum mendengar statement dari Pemerintah Daerah atas dukungan pembangunan Pabrik Semen,” terang  Ketua Gabungan LSM Rembang, Sunarto saat aksi damai bersama puluhan aktivis LSM Rembang di depan gedung PTUN Semarang, Kamis (4/12) kemarin.

Sunarto menyatakan, bahkan pihaknya telah mengirim surat kepada Menteri Hukum dan HAM untuk menuntut perlindungan iklim investasi. Dalam surat bernomor 005/11/2014 tertanggal 1 Desember itu, Gabungan LSM Rembang menuntut pemerintah untuk tidak melakukan pembiaran atas kisruh yang terjadi antara warga yang pro dan kontra atas pembangunan pabrik semen.

”Warga yang pro dan kontra sama-sama aktif berunjukrasa menolak dan mendukung pabrik semen. Kok terkesan dibiarkan? Pemerintah terkesan acuh dalam masalah tersebut. Pada Posisi ini pemerintah butuh investor, tapi di sisi lain terkesan lepas tangan ketika terjadi gejolak pada masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Sunarto juga meminta kepada warga yang masih menolak khususnya ibu-ibu yang masih bertahan di tenda untuk kembali ke rumah masing-masing. ”Masyarakat harus cerdas menyikapi kehadiran spekulan tanah agar tidak diperdaya melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif yang hanya menguntungkan spekulan itu saja,” tegasnya.

Sunarto juga meyakini bahwa aksi tinggal di tenda yang dilakukan ibu-ibu tersebut yang hingga kini bertahan dibiayai oleh pihak-pihak tertentu. ”Saya meyakini masih adanya penolakan itu karena campur tangan para spekulan dan pihak kompetitor yang tak suka jika pabrik semen dibangun oleh BUMN,” pungkasnya. (duc)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.