Warga Sekitar Hutan Mulai Berburu Kepompong

image
Berburu kepompong

kotatuban.com-Awal musim penghujan, hutan jati kembali rindang setelah sebelumnya meranggas di musim kemarau. Lebatnya daun jati yang masih muda menjadi makanan jutaan ulat jati yang kini sudah mulai berkepompong. Warga yang tinggal tidak jauh dari hutan jati mulai berburu kepompong maupun ulat jati untuk dijadikan makanan atau kudapan yang lezat.

Salah satunya seperti yang dilakukan Sabin, warga Desa Guoterus, Kecamatan Montong. Sejak pagi warga yang berprofesi sebagai petani tersebut menuju ke hutan tidak jauh dari tempat tinggalnya, untuk berburu ulat maupun kepompong yang bersembunyi di bawah daun yang jatuh ke tanah.

“Cari kepompong jati mas, sekarang sedang musimnya,” kata Sabin sambil membuka daun jati yang berisi kepompong.

Sabin mengaku, ulat dan kepompong jati tersebut biasanya akan dijadikan makanan dengan cara digoreng. Masakan kepompong dan ulat jati tersebut sangat cocok dimakan sebagai pendamping nasi selagi masih hangat.

“Paling cocok dimakan pas hangat mas, rasanya gurih,” terang pria paruh baya itu.

Namun demikian lanjut Sabin, memakan ulat dan kepompong jati tidak baik jika berlebihan, apalagi jika orang tersebut tidak terbiasa. Sebab seseorang dapat mengalami gatal di kulit dan tenggorokan (Biduren/Alergi) setelah memakan kepompong atau ulat jati.

“Tapi jangan banyak-banyak mas, nanti biduren, kalau tidak biasa makan,” imbuh Sabin.

Untuk diketahui, ulat jati dan kepompong jati biasanya hanya ada di bulan-bulan pertama musim penghujan. Ulat biasanya akan berubah menjadi kepompong dengan cara membungkus diri dengan sutra, diantara daun jati yang jatuh ditanah, sebelum menjadi serangga terbang (Kupu-kupu/ sejenis ngengat). (kim).

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.